Motif Pelaku Tusuk Bidan di Cianjur Terungkap, Korban Dibuat Tak Berdaya saat Periksa Pasien

Peristiwa mengerikan ini ini terjadi Desa Mekarwangi, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Penulis: Damanhuri | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
tribun jabar/ferri am
Tetangga dan kerabat berdatangan ke rumah Imas Mulyani (40), bidan di Cianjur yang tewas ditusuk suaminya. 

Pelaku penusukan istri yang juga seorang bidan di Cianjur, KJ (50) sempat pamit ke anak bungsunya sebelum menyerahkan diri ke polisi.

Aji Digjaya (30) sepupu bidan Imas mengatakan, diduga KJ memang sudah merencanakan penusukan terhadap Imas Mulyani.

"Korban ditusuk bagian kiri perutnya, hingga korban kehabisan banyak darah," ujar Aji Digjaya (30) sepupu korban saat dihubungi melalui telepon.

Aji mengatakan, setelah menusuk perut sang istri hingga sang istri tak berdaya, KJ lalu menghampiri anak bungsunya.

Anak bungsu korban dan pelaku merupakan pelajar kelas III SMP.

"Ia pamit sama anak bungsunya. Katanya ia mau dipenjara. Lalu KJ mendatangi Polsek Bojongpicung untuk menyerahkan diri," kata Aji.

Aji mengatakan, dari pernikahannya dengan pelaku, korban dikaruniai dua orang anak.

Baca juga: Cerita Anak Anggota DPRD yang Setubuhi Siswi SMP, Ngaku Kumpul Kebo: Orangtuanya Tahu Kami Serumah

Baca juga: Kisah Ibu Dibacok Anak Kandungnya Sendiri, Warga Dobrak Pintu saat Korban Menjerit Disiram Air Panas

- Terancam Hukuman Mati

KJ, lelaki yang menusuk istrinya hingga tewas kini terancam hukuman mati.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Anton, mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dan saat ini kasus sedang ditangani Polsek Bojongpicung.

"Kami sudah terima tadi pagi laporan penganiayaan yang menyebabkan korban tewas. Asal muasal ada permasalahan keluarga," katanya saat melakukan konferensi pers di Mapolres Cianjur, Senin (24/5/2021).

Anton mengatakan, pelaku membawa pisau lalu ditusukkan ke bagian perut sebelah kiri korban.

Baca juga: Putrinya Jadi Korban Pencabulan Anak Anggota DPRD, Ayah Korban : Rumah Saya Digedor Tengah Malam

Baca juga: Reaksi John Kei Dengar Vonis 15 Tahun Penjara Jadi Sorotan: Saya Keturunan Kesatria

Ilustrasi Tewas
Ilustrasi Tewas (Tribunnews.com/Ilustrasi)

Korban mengembuskan napas terakhir di perjalanan ke rumah sakit.

"Tindakan pertama masih di Polsek Bojongpicung," ujar Anton.

Anton mengatakan, sementara ini pasal yang dikenakan kepada pelaku yakni pasal 340 dan 338 KUHP.

"Karena terjadi di lingkungan keluarga kami jerat juga dengan Undang-undang KDRT. Masih kami dalami apakah ada motif lain sebelumnya," katanya.

Pasal 340 KUHP adalah pasal mengenai pembunuhan berencana.

Ancaman hukuman maksimalnya adalah hukuman mati.

(TribunnewsBogor.com/Tribun Jabar)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved