Breaking News:

Jadi Motor Penggerak Pertama, 74 Kasi Kemas di Wilayah Digembleng Diklat Kepamongprajaan

Syarifah Sofiah mengatakan posisi kasi kemasyarakatan merupakan posisi yang sangat penting dan merupakan motor penggerak di tingkat pertama

Editor: Soewidia Henaldi
Istimewa/Pemkot Bogor
74 Kepala Seksi Kemasyarakatan (Kasi Kemas) dari Kelurahan dan Kecamatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepamongprajaan. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sebanyak 74 Kepala Seksi Kemasyarakatan (Kasi Kemas) dari Kelurahan dan Kecamatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepamongprajaan.

Kegiatan yang berlangsung di Padjadjaran Suite Resort and Convention Hotel, Bogor Nirwana Residence (BNR), Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Senin (24/05/2021) ini dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah.

Kepada para peserta, Sekda Syarifah menyebutkan, posisi kasi kemasyarakatan merupakan posisi yang sangat penting dan merupakan motor penggerak di tingkat pertama, dekat dengan unsur terkecil wilayah, seperti keluarga, RT dan RW.

Melalui diklat yang berlangsung selama 4 hari mulai 24 hingga 28 Mei 2021, peserta akan diberikan pembekalan oleh para narasumber untuk meningkatkan kompetensi dalam melaksanakan tugas dan fungsi, khususnya dalam pengelolaan pemerintahan, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

“Bapak/Ibu adalah petugas yang memahami kondisi di lapangan. Melalui diklat kepamongprajaan akan membantu dan menguatkan tugas atau fungsi kita dalam melakukan pengabdian dan pengelolaan pemerintahan serta pemberdayaan kemasyarakatan. Karenanya diharapkan dapat diikuti dengan penuh dan benar-benar agar dapat dipahami untuk kemudian diimplementasikan,” jelasnya.

Syarifah secara spesifik menuturkan, materi lain yang akan diberikan adalah tentang bagaimana menangani permasalahan di masyarakat, ketangguhan ideologi dan seni-seni kepemimpinan.

Serta bagaimana menghadapi budaya, norma, standar dan juga mampu menggerakkan masyarakat, melalui negosiasi dan kemampuan berkomunikasi sehingga bisa mengajak pihak lain untuk mengikuti aturan-aturan dan turut berperan dalam pembangunan.

“Seperti itu memerlukan satu keilmuan sendiri,” ujar Syarifah didampingi Sekretaris BKPSDM Kota Bogor, Lilis Lisnawati.

Kepala Pusat Kepamongprajaan dan Manajemen Kepemimpinan BPSDM Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Erliani Budi Lestari menyebutkan, diklat yang dilaksanakan BKPSDM Kota Bogor sangat penting dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi yang sudah dimiliki, khususnya bagi kasi di aparatur wilayah yang merupakan pejabat strategis karena langsung berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat.

Terkait ketangguhan ideologi, Erliani menilai inu sebagai hal yang sangat penting di era saat ini, dimana dinamika perkembangan dan perubahan yang ada sangat pesat.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved