Breaking News:

Korupsi Pengadaan Alat Kesehatan, Eks Pejabat Kemenkes Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Eks Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

Editor: Damanhuri
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan, Bambang Giatno Rahardjo mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/10/2020). KPK menahan mantan Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan, Bambang Giatno Rahardjo terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Pengadaan Peralatan Kesehatan dan Laboratorium RS Tropik Infeksi Di Universitas Airlangga Tahap I dan II Tahun Anggaran 2010. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Eks Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Bambang Giatno Rahardjo dituntut 2 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan bui.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan Bambang terbukti memperkaya diri, orang lain, atau korporasi.

"Menuntut, menyatakan Bambang terbukti secara sah dan meyakini bersalah," kata jaksa KPK Kresno Anto Wibowo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (27/5/2021).

Jaksa pung mengungkap pertimbangan yang memberatkan dan meringankan terdakwa dalam tuntutanya.

Hal yang memberatkan, perbuatan Bambang tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan dan pencegahan tindak pidana korupsi.

Sementara hal meringankan, Bambang dinyatakan telah mengembalikan semua uang korupsi yang telah dinikmati.
Bambang juga telah menyesali perbuatannya dan mengakui kesalahan serta sudah berusia lanjut.

Pengabdian Bambang selama 37 tahun hingga pensiun sebagai pegawai negeri Kementerian Kesehatan juga masuk dalam pertimbangan yang meringankan tuntutan.

"Terdakwa juga bersikap sopan di persidangan, terdakwa sudah mengabdi kepada negara sebagai dokter umum, dan pegawai negeri Kementerian Kesehatan selama 37 tahun (hingga pensiun) dan belum pernah dihukum sebelumnya," kata jaksa.

Jaksa menilai Bambang terbukti melakukan tindak pidana korupsi bersama Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekaligus Sekretaris BPPSDM Zulkarnain Kasim, Direktur Marketing PT Anugerah Nusantara yang juga tergabung dalam Permai Grup, Minarsi serta mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.

Bambang terbukti merugikan keuangan negara sebesar Rp14.139.223.215.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved