Breaking News:

Namanya Dicatut Penipu di Medsos, Camat Nanggung Bogor Geram

Hendra Hambaro mengaku bahwa dirinya dihubungi oknum yang mengaku sebagai Camat Nanggung melalui aplikasi sosial media Whatsapp.

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Damanhuri
istimewa
Camat Nanggung, Ae Saepuloh 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, NANGGUNG - Belakangan ini, kasus penipuan dengan mengatasnamakan aparat kecamatan di Bumi Tegar Beriman mulai ramai dan membuat publik khawatir, tak terkecuali kasus yang terjadi di wilayah Nanggung, Kabupaten Bogor.

Belum lama ini, kasus penipuan mengatasnamakan aparat kecamatan menyasar ke Yayasan Darul Miftahudin yang berlokasi di Kampung Hambaro, Desa Sukaluyu, Nanggung, Kabupaten Bogor.

Pemilik Yayasan Darul Miftahudin, Hendra Hambaro mengaku bahwa dirinya dihubungi oknum yang mengaku sebagai Camat Nanggung melalui aplikasi sosial media Whatsapp.

Dalam chat Whatsapp yang diterima, imbuh Hendra, oknum yang mengaku sebagai Camat Nanggung tersebut memberitahu perihal bantuan dana dari Bupati Bogor.

“Jadi oknum ini mengaku sebagai Camat Nanggung, chat ke saya kalau mau memberikan bantuan dana dari Bupati Bogor,” ujarnya, Kamis (27/5/2021).

"Awalnya, saya tidak mencurigai hal tersebut lantaran hanya diminta nomer rekening saja, namun setelah diberikan nomer rekening, oknum tersebut tidak memberikan kabar lanjutan," tambahnya.

Berangkat dari rasa penasaran lantaran oknum tersebut tidak memberikan kabar lanjutan, Hendra mulai menaruh rasa curiga dan langsung bergegas melakukan pengecekan saldo yang ada di ATM.

"Selang beberapa hari kemudian, saya mulai curiga dan segera mengecek isi saldo bank dan benar ternyata saldo saya hilang Rp 5 juta, saya langsung ke bank untuk laporan dan tutup akun," jelasnya.

Atas kejadian pahit yang dialami, Hendra pun mencari tahu terkait modus penipuan yang mengatasnamakan aparat kecamatan di wilayah lain.

"Dan benar saja, ternyata ada salah satu yayasan milik kerabat saya yang tertipu oleh oknum dengan modus serupa, nilainya sendiri mencapai Rp 21 juta," ungkapnya.

"Modus penipuan seperti itu ternyata sudah menelan banyak korban, jadi oknum tersebut ada yang mengatasnamakan Camat Leuwiliang dan Camat Tajur Halang,” sambungnya.

Merespon hal itu, Camat Nanggung, Ae Saepuloh geram dan memastikan pihaknya tidak pernah meminta apapun kepada yayasan baik itu yang di wilayah Nanggung dan sekitarnya.

Sebagai antisipasi, Ae Saepuloh langsung mengimbau warganya untuk melakukan konfirmasi ataupun pengrcekan mendetail apabila terdapat kasus serupa.

“Warga terutama pemilik yayasan diharapkan untuk berhati-hati jika ada yang mengatasnamakan aparat pemerintah yang meminta sesuatu dalam bentuk apapun,” tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved