Breaking News:

Seluruh Kepala Daerah di Jawa Barat Dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Bogor

Hampir selama satu jam , para kepala daerah dan wilayah itu mendengarkan arahan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kepala daerah se-Jawa Barat 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR - Presiden Joko Widodo memanggil Gubernur Jawa Barat serta kepala daerah di Jawa Barat dan Forum Komunikasi Pimpimpinan Daerah (Forkompinda) Jawa Barat  ke Istana Bogor, Kamis (27/5/2021).

Hampir selama satu jam , para kepala daerah dan wilayah itu mendengarkan arahan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa ada beberapa point arahan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo.

Arahan yang diberikan Presiden Jokowi diantaranya adalah meminta agar kepala daerah se-Jawa Barat beserta Forkompinda  untuk fokus mempelajari data-data indikator parameter yang ada agar tidak lengah dalam menghadapi Covid-19.

"Jadi  semua kepala daerah harus hafal angka BOR (bed ocupansi ratio), Positiy rate, semuanya dan sekali lagi pak presiden mengingatkan antisipasi jangan sampai ada ledakan seperti di India," katanya.

Presiden juga meminta agar kepala daerah mempelajari curva di masing-masing kota agar angka kesembuhan dinaikan.

Saat ini kata Bima tingkat kesembuah pasien Covid-19 di Jawa Barat berjumlah 89 persen sedangkan nasional berada diangka 91.

"Masih ada di bawah sedikit dari nasional, jadi Kalau angka kesembuhan ga tinggi, berarti ada yang salah dengan obat-obatannya," katanya.

Untu penanganan Covid-19 kepala dearah kata Bima diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk melakukan oenaganan secara mikro dengan mempelajari angka-angka kesembuhan dan lainnya.

Untuk pencegahan Presiden Joko Widodo juga menyampaikan untuk fokus terhadap vaksinasi lansia.

Namun kata Bima di Kota Bogor vaksinasi terhadap lansia terkendala dari kemauan para lansia di vaksin.

"Presiden juga minta kepada Menkes agar vaksin di Jabodetabek jadi  diprioriaskan yang interaksinya kuat dengan Jakarta agar diprioritaskan bgitu, yang kedua adalah ekonomi presiden menargetkan kuartal kedua ekonomi tumbuh 7 persen," ujarnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved