Breaking News:

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemkot Bogor Akan Tambah Tempat Isolasi

Selain itu kata Dedie, secaa informal pihaknya sudah berbicara dan komunikasi dengan Bupati Bogor Ade Yasin terkait keterbatasan tempat isolasi.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota Bogor berencana akan menambah bed occupancy rate atau ketersediaan tempat tidur untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 Kota Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, saat ini dari kapasitas 100 tempat tidur, pusat isolasi Covid-19 Kota Bogor di Ciawi sudah terisi oleh 78 orang pasien Covid-19 dari klaster perumahan Griya Melati.

Nantinya jika terus terjadi peningkatan maka pasien akan di arahkan ke rumah sakit.

"Kalau sampai saat ini bed ocupansi ratio belum tinggi, tapi jika ada penambahan dilarikan ke rumah sakit," ujarny.

Selain itu kata Dedie, secaa informal pihaknya sudah berbicara dan komunikasi dengan Bupati Bogor Ade Yasin terkait keterbatasan tempat isolasi.

Menurut Dedie, Bupati Bogor bersedia untuk menampung pasien Covid-19.

"Iya kemungkinan skenarionya begitu atau menambah bed ya atau tadi kita sudah berbicara dengan ibu bupati pusat isolasi milik Kabupaten Bogor di Kemang bisa menangmpung apabila terjadi ledakan di Bogor, jadi sudah kita bicarakan secara tidak resmi saya ngbrol ngbrol dan beliau bersedia," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved