Breaking News:

Teror Virus Corona

Imbas Covid-19, Infeksi Jamur Kuning Muncul Setelah Jamur Hitam dan Putih, Waspada Ini Ciri-cirinya

infeksi terbaru yakni jamur kuning, kasus pertama ditemukan di kota Ghaziabad yang terletak di negara bagian Uttar Pradesh.

Pete Linforth/Pixabay
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sejumlah negara bagian di India tidak hanya melaporkan kasus infeksi jamur hitam diantara lonjakan kasus virus corona ( Covid-19), namun juga jamur putih dan kini muncul jamur kuning.

Ketiga jamur yang disebut berdasar warna yang ditunjukkan pada tampilannya ini ternyata merupakan jenis yang sama yakni Mucormycosis.

Namun untuk infeksi terbaru yakni jamur kuning, kasus pertama ditemukan di kota Ghaziabad yang terletak di negara bagian Uttar Pradesh, India.

Seperti yang disampaikan Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan (THT) dari Rumah Sakit Columbia Asia di Ghaziabad, Dr BP Tyagi yang mendiagnosis kasus pertama jamur kuning di Ghaziabad.

Baca juga: Waspada Infeksi Jamur Hitam, Selain Pasien Covid-19, Penderita Diabetes dan Kanker Rentan Tertular

Ia menjelaskan bahwa pasien berusia 59 tahun yang didiagnosis terinfeksi jamur kuning itu menderita diabetes dan pernah positif Covid-19 pada bulan lalu.

Namun pasien tersebut diketahui tidak pernah menggunakan oksigen.

Ilustrasi virus corona atau Covid-19
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 (Vektor Kunst/Pixabay)

Saat dibawa ke rumah sakit, pasien itu mengalami kelelahan yang luar biasa, nafsu makan yang buruk, cairan berwarna kehitaman dan kekuningan pun keluar dari hidungnya.

"Ditemukan bahwa ia menderita kasus jamur hitam, jamur putih dan jamur kuning. Jamur kuning ini lebih sulit dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh," kata Dr Tyagi.

Baca juga: India Diserang Infeksi Jamur Hitam, Obat Ini Kabarnya Ampuh Dipakai untuk Atasi Wabah

Lebih lanjut Dr Tyagi menyampaikan bahwa tidak seperti dua infeksi lainnya, jamur kuning ini bermula dari dalam, menyebabkan kebocoran nanah dan penyembuhan lukanya pun berlangsung lambat.

"Dalam kasus yang serius juga dapat menyebabkan gejala yang merusak, seperti kegagalan organ dan nekrosis akut (kerusakan jaringan)," tegas Dr Tyagi.

Halaman
12
Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved