Breaking News:

Terima Kunjungan Kerja Anggota DPRD DKI, Wakil Wali Kota Bogor Siap Kolaborasi Atasi Banjir

Dedie menjelaskan, saat ini di Kota Bogor ada pembangunan program strategis nasional double track lintasan kereta dari Kota Bogor - Sukabumi.

Editor: Soewidia Henaldi
Istimewa/Pemkot Bogor
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menerima kunjungan kerja (kunker) rombongan anggota DPRD DKI Jakarta yang dipimpin Gembong Warsono, Jumat (28/5/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menerima kunjungan kerja (kunker) rombongan anggota DPRD DKI Jakarta yang dipimpin Gembong Warsono di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Jumat (28/5/2021).

Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah program dan persoalan terkait isu yang dihadapi kedua wilayah, mulai dari transportasi, banjir hingga pembangunan.

Dedie menjelaskan, saat ini di Kota Bogor ada pembangunan program strategis nasional double track lintasan kereta dari Kota Bogor - Sukabumi.

Ada juga pembangunan LRT Bodebek untuk mengantisipasi arus warga tidak hanya berhenti di Cibubur tetapi di Kota Bogor.

"Pembangunan kedua program tersebut dalam rangka mengurangi kepadatan di DKI Jakarta. Kota Bogor dan DKI Jakarta itu memiliki banyak kesamaan, dimana mayoritas warganya memilih commuter line dalam beraktivitas. Selain itu arus kendaraan tol Jagorawi dimana 40 persen asal Bogor. Jadi hubungan yang terjalin sangat intens dan sangat erat," kata Dedie dihadapan 18 anggota DPRD DKI Jakarta.

Dedie juga menjelaskan rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membangun jalan R2, R3 dan tol lingkar Bogor serta trem, yang tujuannya sebagai alternatif untuk mengurangi beban, khususnya di pusat Kota Bogor.

Hal berikut yang disampaikan Dedie adalah persoalan banjir.

Pemkot Bogor sejak dua tahun terakhir telah melaksanakan program Ciliwung Bersih yang memiliki tujuan, yaitu meningkatkan taraf hidup masyarakat, destinasi wisata air dan yang utama pencegahan bencana banjir.

Pemkot Bogor telah berikhtiar secara maksimal dan dampaknya dari langkah tersebut kata Dedie, sampah yang ketika banjir sudah tidak sebanyak sebelumnya.

Menurut dia, dengan panjang yang dimiliki Sungai Ciliwung, perlu ada kolaborasi pemerintah daerah yang dilintasi Ciliwung dalam menangani persoalan.

Hal lain yang dipaparkannya adalah rencana pembangunan GOR Pajajaran, penanganan pandemi Covid-19 hingga arah pembangunan Kota Bogor dengan tiga identitas utama yakni Green City, Heritage City dan Smart City.

Ketua rombongan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono yang menjadi pimpinan rombongan menyebutkan, antara DKI Jakarta dan Kota Bogor memiliki kesamaan dan banyak hal bersinggungan, khususnya dalam mengelola wilayah, sehingga diperlukan kolaborasi dan pendekatan-pendekatan ekstra.

Dalam menghadapi persoalan, sebisa mungkin untuk tidak saling menyalahkan karena menurutnya tidak akan menyelesaikan persoalan.

"Perlu ada langkah-langkah kolaborasi dan riil ke depan yang tujuannya untuk memperkecil persoalan atau dampak yang muncul. Semua berharap ke depan bisa memperbaiki mekanisme kerja sama, sehingga bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Banyak yang disinergikan antara pemerintah Kota Bogor dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta," kata Gembong Warsono.

Selain anggota DPRD Kota Bogor, pada kesempatan tersebut Dedie didampingi Asisten Pemerintahan Setdakot Bogor, Irwan Riyanto, Kepala Bappeda Rudy Mashudi, Kepala Dispora Herry Karnadi, Kepala Dinas PUPR Chusnul Rozaqi, perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved