Breaking News:

Liga Champions

Bikin Man City Lesu, Ini Sosok Pahlawan Kemenangan Chelsea di Liga Champions, Dijuluki Bocah Gila

The Blues juara lewat gol semata wayang Kai Havertz di menit ke 42, sukses kalahkan Manchester City fi final Liga Champions

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Twitter OptaJoe
Kai Havertz, pahlawan kemenangan Chelsea di Liga Champions 

Mengutip statistik Opta, Havertz menjadi pemain Jerman pertama yang mencetak gol pada final Liga Champions setelah terakhir kali Ilkay Guendogan melakukannya pada 2013.

Selain itu, Kai Havertz (21 tahun 352 hari) juga merupakan pemain termuda Jerman yang mencetak gol pada partai final Liga Champions setelah Lars Ricken (20 tahun 322 hari) dalam laga Borussia Dortmund vs Juventus pada 1997.

Gol semata wayang Havertz pada final Liga Champions kontra Manchester City pun menjadi pembuktian eks Bayer Leverkusen tersebut yang sempat mendapatkan sorotan tajam pada awal musim.

Havertz diboyong Chelsea dari Bayer Leverkusen pada bursa transfer musim panas tahun lalu dengan harga 80 juta euro atau sekitar Rp 1,3 triliun.

Harga tersebut menjadikan Kai Havertz sebagai pembelian termahal dalam sejarah Chelsea.

Didatangkan dengan harga mahal, Havertz sempat menunjukkan performa kurang impresif pada awal musim.

Pada periode September hingga Desember 2020, Havertz cuma bisa mencetak satu gol dan dua assist dari 13 penampilan di Premier League, kompetisi teratas Liga Inggris.

Performa Kai Havertz membaik pasca-kedatangan Thomas Tuchel yang menggantikan Frank Lampard selepas pergantian tahun.

Havertz pun menjadi salah satu pemain kunci ketika Chelsea mengalahkan Real Madrid dengan skor 2-0 pada leg kedua semifinal Liga Champions.

Pada pertandingan tersebut, Havertz menjadi starter dan berperan terhadap gol pembuka The Blues yang dicetak oleh Timo Werner.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved