Breaking News:

Dinkes Kota Bogor Gencar Kampanyekan Hidup Sehat Tanpa Tokok

Peringatan Hari Tanpa tembakau Sedunia (HTTS) tahun ini mengusung tema 'Berani Berhenti Merokok: Apapun Jenisnya'.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Dinas Kesehatan Kota Bogor bersama dinas terkair melakukan sidak ditempat KTR dan memasang stiker. 

Ika menambahkan, Kota Bogor adalah salah satu kota pertama di Indonesia yang berkomitmen melakukan upaya-upaya pengendalian tembakau dengan menerapkan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di antaranya Perda No. 10 tahun 2018 tentang Perubahan Perda No.12 tahun 2009 tentang KTR, Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Reklame, dan Perwali No.7 tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda KTR.

Sesuai dengan amanat Perda KTR, pimpinan lembaga dan / atau badan berhak untuk melakukan pengawasan internal pada tempat dan  atau lokasi yang menjadi tanggung jawabnyadan melarang semua orang untuk tidak merokok di KTR yang menjadi tanggung jawabnya.

Adapun 9 (sembilan) kawasan yang ditetapkan sebagai KTR, yaitu :

Tempat umum seperti hotel, restoran, pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan lain-lain tempat kerja baik kantor swasta maupun kantor pemerintahTempat ibadahTempat bermain anak dan / atau berkumpulnya anak-anakKendaraan angkutan umumTempat proses belajar mengajarSarana kesehatan, danSarana olahragaTempat lainnya yang ditetapkan Walikota sepeerti taman kota.

Sanksi administrasi bagi pelanggar area KTR sudah diatur di dalam Perda KTR No 10 tahun 2018, diantaranya:

Setiap orang yang melanggar didenda maksimal Rp.1.000.000,-Setiap pimpinan dan / atau penanggungjawab melanggar didenda maksimal Rp.5.000.000,-Setiap badan yang melanggar didenda maksimal Rp.15.000.000,-

“Kebijakan KTR tersebut dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan perlindungan kepada masyarakat Kota Bogor khususnya anak-anak, perempuan dan kelompok rentan lainnya dari paparan dan bahaya zat adiktif rokok serta untuk mencegah paparan produk tembakau kepada anak-anak dan remaja di bawah umur sehingga diharapkan jumlah perokok pemula di Kota Bogor menurun,” ucapnya.

Berdasarkan hasil tingkat kepatuhan kawasan terhadap Perda KTR di 850 lokasi di Kota Bogor tahun 2020 belum mencapai target yang ditentukan.

Realisasi persentase kawasan yang mematuhi Perda KTR tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 14.78% dari tahun 2019.

Hal tersebut karena kondisi pandemi Covid 19 pada tahun 2020 sehingga sebagian besar kegiatan serta alokasi pembiayaan difokuskan pada upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved