Breaking News:

Keluarga Besar Alumni IPB Nyanyikan 10 Lagu Kebangsaan Pada Peringatan Hari Lahir Pancasila

Kegiatan yang dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan itu dilaksanakan juga sebagai implementasi cita-cita dan visi maju bersama keber

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Keluarga Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) mengikuti kegiatan apel Aubade bersama Keboen sastra dengan menyanyikan 10 lagu kebangsaan di bawah Tugu Kujang. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pada momentum peringatan hari lahir Pancasila, Selasa (1/6/2021) Keluarga Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) mengikuti kegiatan apel Aubade bersama Keboen sastra dengan menyanyikan 10 lagu kebangsaan di bawah Tugu Kujang.

Kegiatan yang dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan itu dilaksanakan juga sebagai implementasi cita-cita dan visi maju bersama keberagaman.

Ketua Umum Keluarga Alumni IPB Titi Wijayanti mengatakan bahwa misi kegiatan tersebut membentuk kesadaran generasi milenial sebagai penjaga kelestarian, dan keanekaragaman dan budaya bangsa Indonesia.

Selain itu, memberi kesadaran kepada masyarakat pentingnya wawasan kebangsaan dan nusantara bagi generasi milenial.

"Sejarah bangsa menjadi tulang penghubung antara generasi milenial dan terdahulu," katanya.

Untuk itu, bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila maka sengaja melakukan serangkaian kegiatan yang dapat dilihat secara terbuka dengan mengepresikan sejumlah lagu kebangsaan dan daerah.

"Maka kami mengadakan acara khusus apel pagi Aubade dengan 10 lagu kebangsaan dan daerah, karena kami di Bogor, maka lagu daerah Jawa Barat," ucapnya.

Titi meyakini kegiatan yang dilakukan bersama alumni dari universitas yang lainnya tersebut baru pertama kali diselenggarakan di Kota Bogor.

"Sekarang, Keluarga Alumni IPB dengan jaringan GAR ITB (Gerakan Anti Radikalisme ITB), Alumni untuk Indonesia, RKIH, GWJ dan perguruan Keboen Sastra mengadakan kegiatan ini," kata Titi.

Menurutnya, Pancasila berdasarkan pandanganya yakni berbagi kepada siapapun tanpa melihat suku, adat dan agama.

Dirinya menegaskan dengan melakukan kebaikan tersebut, sudah merupakan pengamalan Pancasila.

"Sebagai kebangsaan masuk dalam pengamalan, tidak perlu harus saya Pancasila. Itu menurut pandangan  saya. Dengan kita berbagi sesama, dengan kita mengikuti aturan yang ada," ucapnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved