Breaking News:

Evaluasi Smart City di Kota Bogor, Bima Arya Singgung Soal Tiga Aspek Penting

Bima Arya memberikan beberapa evaluasi di pembukaan acara peninjauan lapangan Smart City Kota Bogor

Istimewa/Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor, Bima Arya memberikan beberapa evaluasi di pembukaan acara peninjauan lapangan Smart City Kota Bogor dan evaluasi gerakan menuju 100 Smart City Indonesia tahap I di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (2/6/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Wali Kota Bogor, Bima Arya memberikan beberapa evaluasi di pembukaan acara peninjauan lapangan Smart City Kota Bogor dan evaluasi gerakan menuju 100 Smart City Indonesia tahap I di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (2/6/2021).

"Ketika pertama kali tugas menjadi Wali Kota, kami langsung dihadapkan pada kompetensi dan berbagai macam forum Smart City yang ada dimana-mana, tidak hanya di Indonesia tapi konferensi internasional," ujar Bima Arya.

Bima Arya mengatakan, hari ini ia melihat ada kecenderungan kejenuhan akibat banyak hal yang tentu saja harus dikembalikan lagi semuanya pada spirit awalnya Smart City. Ia pun mengingatkan adanya tiga aspek penting Smart City sebut saja, efisien, transparansi dan partisipasi.

"Smart City harus membawa pelayanan publik lebih efisien, Smart City juga harus membawa transparansi sehingga ada kontrol dari publik dalam setiap kegiatan, penggunaan APBD dan lainnya, ketiga aspek harus membuka ruang partisipasi dari pentahelix," jelasnya.

Wali Kota Bogor, Bima Arya memberikan beberapa evaluasi di pembukaan acara peninjauan lapangan Smart City Kota Bogor dan evaluasi gerakan menuju 100 Smart City Indonesia tahap I di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (2/6/2021).
Wali Kota Bogor, Bima Arya memberikan beberapa evaluasi di pembukaan acara peninjauan lapangan Smart City Kota Bogor dan evaluasi gerakan menuju 100 Smart City Indonesia tahap I di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (2/6/2021). (Istimewa/Pemkot Bogor)

Bima Arya menuturkan, alumni psikologi membuat kajian kenapa Smart City stuck atau jalan di tempat di banyak daerah. Sebab, hanya bicara fisikal, kolaborasi tidak dibangun dan ini turut menjelaskan kenapa selama tujuh tahun e-surat tidak berjalan, padahal tujuh tahun lalu Telkom sudah menawarkan bantuan.

"Ada Dewan Smart City yang harusnya bisa menguatkan Smart City. Waktu saya tinggal tiga tahun lagi di Kota Bogor, penghargaan dan peringkat harus dikejar tapi bukan segalanya, lebih baik saya wariskan e-surat dengan sistem yang sudah kokoh, Si-Badra yang sudah sistemik, dan penguatan tiga identitas Bogor Green City, Heritage City dan Smart City karena keberlanjutan itu penting," tegasnya.

Ia melanjutkan, evaluasi ini harus ditempatkan pada 3+1 yakni efisien, transparansi, partisipasi keberlanjutan dan terakhir tidak perlu banyak-banyak karena akan lebih baik beberapa program berjalan daripada kuantitas banyak namun tidak berjalan.

"Itu evaluasi saya, mudah-mudahan bisa jadi bahan ke depan lebih baik lagi," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Rahmat Hidayat mengatakan, kegiatan evaluasi ini dilakukan dua hari. Di hari pertama paparan dari pembimbing dan hari kedua kunjungan secara virtual. Evaluasi ini mencakup enam dimensi sebut saja, smart lingkungan, smart governance, smart living, smart society, smart economy dan smart branding.

"Evaluasi ini semoga memberikan hasil yang terbaik bagi Kota Bogor, karena Kota Bogor merupakan kota pertama yang mengikuti 100 Smart City di Indonesia dan bisa semakin meningkatkan kinerja Smart City di Kota Bogor," katanya.

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved