Breaking News:

Puncak Bogor Viral Soal Harga Jajajan, Wakil Ketua DPRD : Jangan Disamaratakan

warung di Puncak Bogor dipatok dengan harga tak wajar pun sudah diklarifikasi pihak warung bahwa memang saat itu ada kekeliruan penghitungan dari pega

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Bogor Agus Salim 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Menanggapi adanya sebuah warung viral di media sosial karena soal harga jajajan, Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Bogor Agus Salim meminta masyarakat untuk mengedepankan baik sangka.

Dia juga meminta warga untuk tidak menggeneralisasikan atas kesalahan satu warung atau kedai.

"Kalau saya lihat, kalau pun itu ada, jangan sampai digeneralisir lah, kita baik sangka dulu," kata Agus Salim kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (3/7/2021).

Kejadian viral mie seduh di salah satu warung di Puncak Bogor dipatok dengan harga tak wajar pun sudah diklarifikasi pihak warung bahwa memang saat itu ada kekeliruan penghitungan dari pegawai.

Meski begitu, Agus mengatakan bahwa di tempat wisata di manapun tidak hanya di Puncak memang ada saja oknum yang memanfaatkan situasi.

"Tentu sebagai pemda, kita coba merangkul mereka lah, karena hal itu hanya untuk keuntungan sesaat tapi akan menutup keuntungan-keuntungan atau kebaikan-kebaikan ke depan," kata Agus

Melihat kejadian di Puncak Bogor meski ternyata diakui pedagang terjadi karena kekeliruan penghitungan pembayaran, Agus berharp diambil sebagai pelajaran.

Dia juga berharap kepada dinas terkait bisa merespon positif permasalahan ini untuk segera menetralisir.

"Jangan digeneralisir, jangan disamaratakan. Kasihan yang masih tetep usaha, apalagi pandemi mereka menurunkan harga demi menarik konsumen, mereka akhirnya tercederasi dengan hal ini," pungkasnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved