Breaking News:

Bersihkan Sampah di Aliran Kali Ciliwung, Komunitas Peduli Ciliwung Sampai Geleng-geleng Kepala

Pegiat sungai Ciliwung, Suparno Jumar mengatakan kegiatan yang dilaksanakan merupakan upaya pemulihan ekosistem sungai.

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Suparno Jumar ketika menemukan sampah masker dalam kegiatan mulung sampah di aliran sungai Ciliwung 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TIMUR - Komunitas Peduli Ciliwung temukan banyak sampah di aliran sungai Ciliwung RT 8/7, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur ketika melakukan aksi mulung sampah.

Aksi mulung sampah yang diinisiasi Komunitas Peduli Ciliwung itu digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 dengan tema Restorasi Ekosistem.

Pegiat sungai Ciliwung, Suparno Jumar mengatakan kegiatan yang dilaksanakan merupakan upaya pemulihan ekosistem sungai.

"Ini dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 dengan tema Restorasi Ekosistem, di sini juga dihadiri Potensi SAR dan Pemerinah Kecamatan Bogor Timur," ujarnya, Sabtu (5/6/2021).

Sementara itu, dalam proses mulung sampah, Suparno beserta tim gabungan memenukan berbagai macam jenis sampah.

"Di lokasi ini diperkirakan jumlah sampah plastik, kain apabila berhasil diangkat dan dimasukkan karung berjumlah sekitar 1000 karung," jelasnya.

Tidak hanya itu, Suparno pun menggelengkan kepalanya ketika dia menemukan sampah masker di aliran sungai Ciliwung.

"Ini sangat berbahaya, situasi dan kondisi masih Pandemi Covid-19, ini kami menemukan sampah masker yang dibuang di aliran sungai, di mana kita ketahui sampah masker itu dibuang secara terpisah karena masuk dalam kategori B3," tegasnya.

Terkait tema yang diangkat, Suparno memaparkan bahwa tema dalam kegiatan yang dilakukan kali ini melakukan pemulihan ekosistem yang rusak.

"Restorasi ekosistem adalah membantu pemulihan ekosistem yang rusak atau hancur, serta melestarikan ekosistem yang masih utuh," tegasnya.

"Ekosistem yang lebih sehat, dengan keanekaragaman hayati yang lebih kaya, menghasilkan manfaat yang lebih besar seperti tanah yang lebih subur, hasil kayu, cadangan air yang banyak, ikan yang lebih besar serta simpanan gas rumah kaca yang lebih besar," tambahya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved