Breaking News:

Perang Terhadap Narkoba, Bima Arya Terima Petisi dari BNN dan Federalist Buitenzorg

Kasi Berantas BNNK Bogor, AKP Dodi Rosjadi didampingi Sekjen Federalist Buitenzorg, Bayu Prabowo menyatakan, petisi tersebut digagas BNN Jabar.

Istimewa/Pemkot Bogor
BNNK Bogor bersama Federalist Buitenzorg menyerahkan petisi yang menyatakan perang terhadap narkoba kepada Wali Kota Bogor, Bima Arya di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Rabu (2/6/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- BNNK Bogor bersama Federalist Buitenzorg menyerahkan petisi yang menyatakan perang terhadap narkoba kepada Wali Kota Bogor, Bima Arya di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Rabu (2/6/2021).

Kasi Berantas BNNK Bogor, AKP Dodi Rosjadi didampingi Sekjen Federalist Buitenzorg, Bayu Prabowo menyatakan, petisi tersebut digagas BNN Provinsi Jawa Barat.

Petisi ini kata dia, sebelumnya dibawa para goweser keliling Jawa Barat pada akhir Mei 2021 lalu yang merupakan rangkaian kegiatan pra Hari Anti Narkotika Internasional (HANI).

HANI sendiri akan dilaksanakan pada akhir Juni, tepatnya 26 Juni.

"Salah satu isi petisi adalah bentuk kerja sama seluruh elemen masyarakat dan seluruh pihak terkait bersama-sama memerangi narkoba,” kata AKP Dodi Rosjadi.

Menurut dia, saat ini peredaran narkoba sudah sangat maju sekali seiring perkembangan teknologi informasi dan tren, salah satu melalui media sosial.

Namun demikian, BNN mampu mengimbangi dengan mengikuti tren yang ada, sehingga dapat mengetahui peredaran narkoba.

Pihaknya berharap Pemkot Bogor bersama-sama membangun Kelurahan Bersih dari Narkoba (Kelurahan Bersinar). Kenapa kelurahan dipilih, karena elemen masyarakat yang paling kuat untuk menjaga penyebaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Jika dilakukan secara bersama-sama Insya Allah Indonesia bersih, Indonesia maju, jangan sampai ancaman lost generation terjadi,” kata dia yang didampingi 10 orang lainnya.

Sekjen Federalist Buitenzorg, Bayu Prabowo menuturkan, dengan keterlibatan dan sinergi Federalist Buitenzorg dengan BNNK Bogor, banyak masyarakat yang awalnya takut menjadi berani bertanya atau berkoordinasi perihal tentang narkoba dibanding jika bertanya langsung kepada aparat berwenang.

Halaman
12
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved