Breaking News:

Antisipasi Klaster Baru, Santri di Kota Bogor yang Baru Pulang Kampung Bakal Jalani Tes PCR

Wali Kota Bogor Bima Arya meminta agar semua santri yang baru pulang dari kampung untuk dites PCR.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Wali Kota Bogor Bima Arya meminta agar semua santri yang baru pulang dari kampung untuk dites PCR.

Hal ini dilakukan demi mencegah agar klaster pesantren di Kota Bogor tidak kembali bertambah.

Terlebih, gelombang kedatangan para santri di Kota Bogor kini tengah terjadi karena menjelang pembelajaran tatap muka.

"Saya sudah minta ke kantor Kemenag Bogor dan para camat untuk mendata yang mulai tatap muka karena banyak santri yang baru pulang dari kampungnya untuk di-PCR dulu," kata Bima Arya kepada wartawan, Minggu (6/7/2021).

Sebanyak 32 santri sebuah pondok pesantren di Harjasari, Kota Bogor positif swab antigen.
Sebanyak 32 santri sebuah pondok pesantren di Harjasari, Kota Bogor positif swab antigen. (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Dalam gelombang kedatangan para santri jelang tatap muka ini, kata Bima, antisipasinya akan dimaksimalkan.

"Semua kita maksimalkan untuk dilakukan PCR," kata Bima Arya.

Temuan klaster pesantren di Harjasari

Sebuah pondok pesantren (ponpes) di Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor terpaksa ditutup sementara pasca ditemukannya 32 santri positif swab antigen.

Wali Kota Bima Arya mengatakan bahwa di kawasan ponpes juga disediakan posko gabungan.

Halaman
12
Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved