Breaking News:

Dituding Selingkuh, Begini Pilunya Istri Siri Disiksa Suami 8 Jam, Rambut Dibotaki hingga Dikencingi

Karena cemburu buta, Sahrudin secara sadis menyiksa Reni selama 8 jam pada Kamis (3/6/2021)

pixabay
ilustrasi aksi kekerasan 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Reni (44), warga Dusu III RT 018/006, Desa Taja Mulya, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan tak kuasa menahan tangisannya.

Bagaimana tidak? selama 8 jam, Reni disiksa oleh suaminya pada Kamis (3/6/2021).

Rambutnya dicukur, matanya lebam hingga bibirnya bengkak akibat kebringasan sang suami.

Malah pipi Reni juga disundut rokok oleh suaminya, Sahrudin.

Reni dan Sahrudin sudah menikah siri selama 6 tahun.

Demi ikut Sahrudin, Reni rela pindah dari Mesuji, Lampung ke Banyuasin, Sumatera Selatan.

Selama menikah, Reni memang tak lepas dari penyiksaan Sahrudin.

Puncaknya Kamis kemarin, sekitar pukul 21.00 WIB, Sahrudin mulai menyiksa Reni.

Sahrudin menuduh Reni selingkuh dengan pria lain.

Karena cemburu buta, Sahrudin secara sadis menyiksa Reni menggunakan cobek.

"Bahkan pelaku mengikat leher korban dengan tali baju," ujar Kasat Reskrim Polresn Banyuasin AKP Ikang Ade Putra seperti dikutip dari Kompas.com.

Sahrudin terus menyiksa Reni.

"Saya disundut rokok, rambut saya dibotaki, sampai saya dikencingi," cerita Reni seperti dikutip dari Tribun Sumsel.

Reni sendiri tak paham dasar tuduhan Sahrudin.

Korban Reni ketika menjalani pemeriksaan di Unit Pidum Satreskrim Polres Banyuasin, Jumat (4/6/2021). TRIBUNSUMSEL.COM/ARDIANSYAH
Korban Reni ketika menjalani pemeriksaan di Unit Pidum Satreskrim Polres Banyuasin, Jumat (4/6/2021). TRIBUNSUMSEL.COM/ARDIANSYAH ()

"Katanya dia cemburu. Tapi cemburu sama siapa, aku tidak tahu," kata Reni.

Menurut Reni, Sahrudin bahkan tega memasukkan benda asing ke dalam organ intimnya.

Tak cukup sampai di situ saja, Sahrudin juga menyiram minyak tanah ke sekujur tubuh Reni.

Reni kemudian terpaksa mengaku berselingkuh agar tak disiksa lagi oleh Sahrudin.

"Sakit hati saya rasanya pak, diperlakukan seperti itu," kata Reni.

Sayangnya, pengakuan Reni justru membuat suaminya semakin meradang.

Sahrudin semakin beringas menyiksa Reni.

Sekitar pukul 05.00 WIB, Reni berpura-pura ke kamar mandi.

Ia lalu kabur dari rumah.

Reni langsung meminta pertolongan warga setempat.

Setelah RN berhasil diselamatkan, polisi langsung menggerebek kediaman pelaku.

Namun, Sahrudin telah lebih dulu melarikan diri.

"Korban mengalami trauma berat atas kejadian tersebut. Saat ini masih dirawat di rumah sakit," jelasnya.

Kasus Lain, Disiksa karena Menolak Mandi Bareng

Nasib malang dialami oleh seorang istri di Banten.

Perempuan berinisial MM itu dianiaya oleh suaminya lantaran menolak saat diajak mandi.

Tak hanya itu, bahkan sang suami melukai wajah korban menggunakan gergaji.

Akibat kejadian nahas yang dialaminya, korban yang merupakan warga Kecamatan Kalanganyar, Lebak, Banten tersebut telah melaporkan suami keduanya berinisial ADF ke polisi.

ADF dilaporkan denga tuduhan penganiayaan dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ke Polres Lebak pada Jumat (21/5/2021).

Kasat Reskrim Polres Lebak, Iptu Indik Rusmono mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dugaan kasus penganiayaan dan KDRT ini dari MM ini.

Selanjutnya, pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

Korban MM menceritakan kisah pilu yang dialaminya selama menikah dengan pelaku.

Menurut MM, ia dan pelaku sudah selama 6 tahun menjalani mahligai pernikahan.

Namun selama itu pula ia kerap mengalami KDRT yang dilakukan oleh ADF.

MM mengaku kerap mendapat penyiksaan dari sang suami saat menolak ajakan mandi bareng.

Bahkan, terakhir kali MM mengaku wajahnya digergaji hingga robek dan berdarah karena menolak ajakan mandi bareng sang suami saat bulan puasa.

"Selalu mengajak mandi bareng, dan ketika saya tidak mau, pasti saya langsung dipukul. Dan terakhir muka saya digergaji oleh dia sebelum Lebaran," katanya saat dikonfirmasi TribunBanten.com, Jumat (21/5/2021).

MM melanjutkan, ia juga mengalami sejumlah kekerasaan lain yang dilakukan suami keduanya itu.

Saat mereka berkunjung ke Lebak Selatan, suaminya marah-marah karena ia menolak mandi bareng.

Saat itu suaminya marah hingga membentur-benturkan wajahnya ke tembok.

Pernah juga ia diseret di dalam rumah saat terlalu lama saat mengurus pembuatan e-KTP.

Penyiksaan lainnya, wajahnya dihantam balok karena terlalu lama berkunjung ke rumah anaknya di Tangerang saat bulan puasa kemarin.

"Seperti kemarin, saya ke Tangerang tidak boleh lama-lama. Begitu pulang hari Rabu, mulut saya dipukul pake asbes," tegasnya.

Dan kejadian terakhir wajahnya digergaji membuat harus melaporkan kejadian yang menimpanya ke kepolisian.

MM mengatakan perbuatan ADF itu terus dilakukan dan tidak memiliki rasa kemanusiaan.

Padahal, kata dia, pelaku merupakan suaminya sendiri.

Sang suami bahkan mengaku sangat puas setelah melakukan penyiksaan itu dengan alasan memberikan pelajaran kepada dirinya.

Penulis: Sanjaya Ardhi
Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved