Breaking News:

Mahfud MD Ungkap Ada Sosok yang Tak Suka Novel Baswedan, Sebut KPK Kini Bernasib Tragis

Menurut Mahfud MD, orang tersebut tak menyukai Novel Baswedan karena dianggap sebagai sosok yang politis.

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Kompas.com / Tatang Guritno
Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan ditemui di depan kediamannya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (11/4/2019). Dua tahun kasusnya tak juga selesai, Novel berharap Presiden Joko Widodo membentuk tim gabungan pencari fakta. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan ( Menkopolhukam) Mahfud MD mengaku pernah mendapatkan bisikan dari orang yang tak suka dengan Penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Menurut Mahfud MD, orang tersebut tak menyukai Novel Baswedan karena dianggap sebagai sosok yang politis.

Namun, dia tak menjelaskan identitas orang tersebut.

"Banyak orang yang menganggap Pak novel Baswedan ini politis," kata Mahfud saat menjadi pembicara dialog dengan Rektor UGM dan pimpinan PTN/PTS seluruh Yogyakarta yang ditayangkan YouTube Universitas Gadjah Mada pada Sabtu (5/6/2021) lalu.

Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan usai memberikan keterangan ke Komnas HAM terkait dugaan pelanggaran HAM dalam proses alih status pegawai KPK ke Aparatur Sipil Negara (ASN) di kantor Komnas HAM Jakarta pada Jumat (28/5/2021).
Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan usai memberikan keterangan ke Komnas HAM terkait dugaan pelanggaran HAM dalam proses alih status pegawai KPK ke Aparatur Sipil Negara (ASN) di kantor Komnas HAM Jakarta pada Jumat (28/5/2021). (Foto: Tribunnews.com/Gita Irawan)

Mahfud menyatakan Novel Baswedan dituding kerap mengincar partai tertentu dalam tugasnya sebagai Penyidik KPK.

Namun, kata orang itu, laporan-laporan lainnya diklaim tak pernah diusut.

Baca juga: DAFTAR 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK, Ada Novel Baswedan hingga Penyidik Senior yang Ciduk Setnov

"Kalau orang partai tertentu yang sudah jelas kesalahannya itu dibiarin. Ini kata orang ya. Sudah ada laporannya tapi dibiarin. Yang ditembak partai-partai ini aja misalnya. Ada orang yang mengatakan seperti itu.

Mungkin untuk KPK (yang diusut) itu (korupsi) yang paling tragis," ungkap dia.

Namun demikian, Mahfud mengaku mengenal baik Novel Baswedan sejak sebelum menjabat sebagai menteri.

Bahkan, dia juga sempat datang sesaat tragedi teror penyiraman air keras yang dialami Novel Baswedan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved