Breaking News:

Wakil Wali Kota Bogor Minta Warga Jangan Kendur Penerapan Protokol Kesehatan

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim meminta seluruh warga Kota Bogor untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Istimewa/Pemkot Bogor
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim meminta seluruh warga Kota Bogor untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Dedie mengatakan, Kasus Covid-19 di Indonesia khususnya yang kini menerpa Pondok Pesantren Bina Madani, Kelurahan Harjasari, Bogor Selatan merupakan suatu hal yang tidak diinginkan.

Lanjut Dedie, penyebaran Covid-19 salah satunya adalah mengendurnya penerapan protokol kesehatan.

"Inilah yang kita khawatirkan selama ini, pasca libur Idul Fitri ternyata ada potensi penyebaran baru dari mereka - mereka yang berinteraksi di luar Kota Bogor, karena memang faktor penyebaran itu banyak, kerumunan, tidak disiplin, atau juga memang mereka kembali dari daerah Zona Merah," ujarnya.

Sebagai solusi, mobilisasi atau keluar masuk para santri ataupun pengurus Ponpes dibatasi untuk saat ini, hal itu dilakukan agar potensi penyebaran virus corona tak menyebar kemana - mana.

Tidak hanya itu, sebanyak 421 dan pengurus Ponpes pun langsung dilakukan Swab PCR.

Dari laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, ada total 428 santri dan pengurus yang dilakukan Swab PCR.

Rinciannya, 164 orang santri putri dan 174 santri putra serta ada pengurus ponpes putra sejumlah 42 orang dan pengurus putri sebanyak 37 orang, ditambah ada 11 orang tukang bangunan yang sedang bekerja di ponpes ikut dilakukan Swab PCR. 

"Baik santri dan pengurus yang sudah kita tangani, ada 24 orang yang sudah dibawa ke BPKP Ciawi. Sisanya ada 8 orang sudah ditarik orang tuanya masing - masing," kata Dedie. 

Untuk kedelapan orang yang sudah dibawa isolasi mandiri itu juga akan ikut diawasi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, melalui Satuan Tugas (Satgas) akan melakukan koordinasi dengan daerah - daerah asal kedelapan orang tersebut. 

"Nanti kita koordinasikan melalui dinas masing - masing daerah untuk juga dilakukan penanganan - penanganan," tandasnya.
 

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved