Breaking News:

Predikat Laik Anak Turun di 2019, Pemkab Bogor Berharap Naik Predikat Tahun Ini

Pada Senin (7/6/2021), dalam hal ini Pemkab Bogor pun melakukan verifikasi lapangan hybrid Kabupaten Layak Anak (KLA) di Ruang Rapat Bappedalitbang

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ist
Pemkab Bogor melakukan verifikasi lapangan hybrid Kabupaten Layak Anak (KLA) di Ruang Rapat Bappedalitbang Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor optimalkan perlindungan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Bogor, guna terwujudnya predikat Kabupaten Laik Anak kategori nindya.

Pada Senin (7/6/2021), dalam hal ini Pemkab Bogor pun melakukan verifikasi lapangan hybrid Kabupaten Layak Anak (KLA) di Ruang Rapat Bappedalitbang Kabupaten Bogor.

Pejabat Fungsional Analis Kebijakan Ahli Madya Kabupaten Bogor, Deni Ardiana mengatakan bahwa pada tahun 2018 Kabupaten Bogor mendapat predikat nindya namun 2019 turun menjadi predikat madya.

"Semoga tahun ini Kabupaten Bogor dapat kembali meraih peringkat nindya," kata Deni Ardiana.

Hal ini, kata dia, sangat penting karena negara dikatakan maju jika para generasi mudanya mendapatkan perlindungan secara baik agar berprestasi sesuai mandat Kabupaten Layak Anak.

Di tengah pandemi Covid-19, perlindungan terhadap anak berkaitan dengan pemenuhan pendidikan yang berkualitas seperti membangun WIFI di 240 titik yang tersebar di 40 Kecamatan.

Sebagai upaya mempermudah aksesibilitas kebutuhan teknologi informasi untuk memperlancar pembelajaran daring selama pandemi Covid-19.

“Selain itu kami juga terus meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bogor, salah satunya pendidikan inklusif. Target tahun 2023 tersedia sekolah inklusif 27 TK, 135 SD dan 41 SMP," katanya.

Ketua Satgas Perlindungan Anak Kabupaten Bogor, Suryanto menambahkan meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, ekonomi  berkelanjutan dan kenyamanan masyarakat merupakan 5 prioritas yang masuk dalam Kabupaten Bogor Layak Anak.

“Pemenuhan hak anak yang standar, mulai dari hak anak bermain, berkreasi, bebas menjalankan ibadah, bebas berkumpul dan berserikat, tumbuh dan berkembang sebagai upaya perlindungan anak dari tindakan kekerasan, tindakan tidak manusiawi, hak mendapatkan nama identitas, pendidikan informasi, standar kesehatan tinggi serta standar kehidupan yang layak,” ungkap Suryanto.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved