Kejanggalan Kasus Tewasnya Wanita Hamil yang Terkubur di Septic Tank, Suami Korban Menghilang

Petunjuk kasus kematian wanita hamil di Riau yang ditemukan terkubur di bekas galian septic tank. Suai tak ada kabar.

Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Damanhuri
TRIBUNPEKANBARU/RIZKY ARMANDA
Wanita Hamil yang Mayatnya Ditemukan Terkubur di Kampar, Sudah Menghilang Sejak 21 Mei. Foto: Ambulans yang membawa mayat wanita hamil di RS Bhayangkara Polda Riau. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Polisi masih terus mendalami kasus pembunuhan wanita hamil di Riau.

Hingga kini, masih belum diketahui siapa sosok yang membuat wanita beridentitas Siti Amidah (32) itu tewas terkubur di bekas galian septic tank.

Sejauh ini, polisi telah melakukan pemeriksaan terhada sejumah saksi.

Baik dari pihak keluarga maupun warga di sekitar rumah korban.

Diketahui sebelumnya jika korban sempat dilaporkan hilang pada 21 Mei 2021.

Korban yang dikabarkan tengah hamil 7 bulan itu kemudian ditemukan terkubur di bekas galian septic tank beberapa waktu lalu.

Adapun sejumlah petunjuk mulai mengemuka.

Mulai dari lubang galian depan rumah korban hingga pengakuan tukang gali lubang.

Baca juga: Driver Ojol Tewas Dibakar Begal, Istri Ungkap Keinginan Terakhir Korban: Minta Goreng Ikan Gosong

Baca juga: Siasat Licik Anak Habisi Ayah Kandung Secara Sadis,Sempat Lapor Polisi Ngaku Korban Dibunuh Perampok

Di sisi lain ada pula yang hingga kini masih menjadi misteri.

Yakni terkait keberadaan suami korban.

Kabarnya, suami korban sebelumnya pergi membawa tiga anaknya lalu dititipkan kepada keluarganya di wilayah Kampar.

"Ya, bisa saja diduga suaminya (pelaku). Tapi, kita masih melakukan penyelidikan. Sementara untuk tiga orang anaknya sudah kita temukan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kampar AKP Berry Juana Putra kepada wartawan, Kamis kemarin.

Fakta Baru Kasus Wanita Hamil Tewas di Septic Tank, Tanda di Leher Jadi Petunjuk, Ini Hasil Autopsinya
Fakta Baru Kasus Wanita Hamil Tewas di Septic Tank, Tanda di Leher Jadi Petunjuk, Ini Hasil Autopsinya (kolase Tribun Pekanbaru)

Sementara itu Babinsa Koramil 16/Tapung, Pelda I Ketut Suka, Rabu (9/6/2021) mengungkapkan jika masyarakat dan kerabat korban sempat melakukan pencarian terhadap korban yang diduga menghilang waktu itu.

Keberadaan Siti Hamidah tidak diketahui keluarga sejak 21 Mei 2021 lalu.

Ia mengungkapkan jika suami korban sempat memberitahukan kepada masyarakat sekitar rumahnya dan kerabat tentang hilangnya istrinya yang bernama Siti Amidah

"Kita juga sempat mendapat keterangan dari tetangga di komplek Perumahan Griya Sakti bernama Juned bahwa dirinya sempat dimintai tolong oleh suami korban untuk menggali septic tank didepan rumahnya yang diduga mengalami tersumbat," ujarnya.

Ia menceritakan dari keterangan Juned, yang bersangkutan kerja menggali septic tank sedalam 3 meter pada 22 Mei 2021 lalu.

Selesai menggali lubang, Juned diminta oleh suami korban untuk membeli nasi.

Baca juga: Coba Kelabui Polisi, Cara Anak Pembunuh Ayah Tutupi Ulahnya Terkuak, Awalnya Ngaku Mau Beri Sarapan

Baca juga: Titik Terang Tewasnya Wanita Sopir Taksol di Jurang, Obrolan Korban Sebelum Antar Penumpang Terkuak

Sepulang Juned membeli nasi, kejanggalan pun muncul.

Pasalnya, Juned melihat lubang yang digalinya sudah tertutup kembali.

"Kita kemarin ikut melakukan penggalian di lokasi dan ditemukan ada mayat korban di dalam galian tersebut," ungkapnya.

Sebelumnya diwartakan, kasus itu mulai terungkap saat warga sekitar awalnya mencium bau busuk di sekitar rumah korban.

Setelah dicek, warga mencurigai bekas galian septic tank yang sudah ditutup, yang berada di ujung teras rumah korban.

Saat lubang digali, ternyata ditemukan jenazah korban.

Menurut keterangan saksi yang merupakan tukang gali, lubang tempat penemuan jenazah itu awalnya digali untuk keperluan septic tank.

Para pekerja mengaku disuruh oleh suami korban untuk menggali lubang.

Namun, lubang tersebut ditutup sendiri diduga oleh suami korban.

Misteri keberadaan suami korban

Seperti dilansir dari Kompas.com, sang kakak, Ahmad Sutanto (43) mengatakan, Siti Hamidah dan suaminya mengontrak rumah.

Di rumah itu tinggal bersama tiga orang anak dari suami pertama Siti.

Suami yang sekarang adalah suami keduanya.

Siti yang dikenal pendiam sedang hamil anak dari suami kedua yang berjalan enam bulan.

"Dia (suami korban) kami kenal baik. Sama anak-anak sambungnya begitu dekat," sebut Ahmad.

Terkait keberadaan suami korban, Ahmad mengaku sudah mencoba menelepon namun nomornya sudah tak aktif.

"Kemarin saya coba telepon, tapi nomornya sudah tak aktif lagi. Kami keluarga sudah yakin dia (suami) yang bunuh adik kami," ujar Ahmad saat diwawancarai Kompas.com di rumahnya yang tak jauh dari rumah kontrakan korban di Desa Karya Indah, Jumat (11/6/2021) sore.

Lebih lanjut ia mengungkapkan jika pada 22 Mei 2021 lalu, suami korban datang ke rumah Ahmad untuk menyampaikan bahwa Siti Hamidah pergi dari rumah.

"Dia datang ke rumah saya waktu itu bilang Siti pergi dari rumah. Pas kami tanya dia bilang ada cekcok sedikit masalah rumah tangga," kata Ahmad.

Ketika itu, suami korban masih tinggal di rumah kontrakan tersebut.

"Dia masih tidur di rumah itu sampai 1 juni 2021 kemarin. Selama itu, kami tidak ada curiga sama dia. Kadang dia datang ke rumah saya untuk ngopi-ngopi. Memang waktu itu saya liat mukanya cemas. Cuma saya mikir dia cemas karena istrinya pergi dari rumah," cerita Ahmad.

Hingga pada 1 Juni, suami korban tiba-tiba pamit mau pulang kampung ke Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

Sedangkan tiga anak sambung dititip kepada orangtua suami pertama korban yang masih berada di wilayah Kabupaten Kampar.

"Dia bilang ke saya mau balik kampung untuk menenangkan pikiran katanya. Sampai dia di kampung ditelponnya saya lagi," sebut Ahmad.

(Kompas.com/TribunPekanbaru.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved