Breaking News:

Kisah Pasutri di Kemang Bogor Gagal Berangkat Haji, Nabung dari 1990 dari Hasil Jual Sapu Lidi

Damar mengatakan, pembatalan haji sudah sejak 2 tahun berimbas pada dirinya yang akan mundur lagi pemberangkatan hajinya.

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Calon jamaah haji pasangan suami-istri asal Kampung Bojong Sompok, RT 7/5, Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, KEMANG - Calon jamaah haji pasangan suami-istri asal Kampung Bojong Sompok, RT 7/5, Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, sedih lantaran gagal berangkat ke Tanah Suci.

Pasangan suami istri, Damar Rahayu (51) dan Nana (49), menjelaskan bahwa telah mendaftar calon jemaah haji sejak tahun 2013.

Damar mengatakan, pembatalan haji sudah sejak 2 tahun berimbas pada dirinya yang akan mundur lagi pemberangkatan hajinya.

"Saya nanya ke yayasan di mana saya mendaftar di Cibinong, itu infonya kalau tidak 2022 tahun 2021 ini saya berangkat katanya, tapi mendengar kabar ini dari berita bahwa tidak ada yang berangkat saya sama istri merasa sedih," ujarnya, Sabtu (12/6/2021).

Lebih lanjut, Damar sudah meniatkan dirinya untuk pergi haji bersama istrinya setelah awal berumah tangga pada tahunan 1990.

Sejak itu, imbuh Damar, dirinya bertekad untuk mengumpulkan uang dari hasil jualan sapunya yang ia tabung di kaleng dan celengan bambu yang dibuat.

"Say buta huruf makanya saya nabung di kaleng dan bambu setelah terkumpul saya beliin empang dan kambing 7 ekor," katanya.

Damar berjualan sapu lidi itu sejak masih muda saat itu harga lidi Rp 800  pada tahun 2014 harga sapu lidi mencapai Rp 2000 dan saat ini sudah Rp 5000.

Sementara itu, Damar menjual sapu lidi ke daerah Jakarta dari gang ke gang, perhari dari hasil penjualan sapu lidi ia mencapai Rp100 ribu rupiah.

"Paling nyampe ke rumah itu sisa 70 ribu untuk makan dan itu di cukupin cukupin saja, dan kadang kalau ada lebih saya simpen," tuturnya.

Damar dan istri berharap tahun depan 2022 dapat menunaikan ibadah haji.

"Mudahan-mudahan bisa berangkat tahun depan saya tidak akan ambil uang pendaftaran karena udah tekad bulat saya sejak lama untuk pergi ke tanah suci bersama istri saya," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved