Breaking News:

Punya Sepatu Harga Jutaan, Ini Sosok Koordinator Pungli di Tanjung Priok, Dapat Rp 150 Ribu Per Hari

Rupanya, praktik pungli di Tanjung Priok ini sudah berlangsung lama. Hal itu pun diakui oleh para buruh pelabuhan.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vivi Febrianti
(KOMPAS.com/DJATI WALUYO)
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, memegang barang bukti penangkapan tersangka pungutan liar (pungli) di Polrestabes Jakarta Utara, Jumat (11/6/2021). 

Sementara 14 pelaku lainnya adalah mereka yang tertangkap tangan melakukan pungli di jalanan di sekitaran Pelabuhan Tanjung Priok.

Baca juga: Ketahuan Pungli THR hingga Rp 15 Juta, Camat Purwosari Tak Berkutik Diberi Sanksi oleh Bupati Kediri

Baca juga: Jawab Isu Pungli di Teras Surken, Dirut PPJ Kota Bogor : Tidak Ada, Kami Sudah ke Lapangan

"Kemudian juga dari Polsek Cilincing enam pelaku, dan Polsek Tanjung Priok ada delapan pelaku," ungkap Yusri.

Tidak ketinggalan, aparat dari Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap tujuh pelaku pungli di dalam kawasan Jakarta International Container Terminal (JICT).

Setelah ditangkap, puluhan pelaku tersebut lalu diamankan ke Mapolres Metro Jakarta Utara dan Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, untuk diproses lebih lanjut.

Tersangka kasus pungutan liar di sekitaran Jakarta Utara, Jumat (11/6/2021).
Tersangka kasus pungutan liar di sekitaran Jakarta Utara, Jumat (11/6/2021). (KOMPAS.com/DJATI WALUYO)

Berawal dari telepon Jokowi

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menelepon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, setelah mendengar keluhan para sopir kontainer di perbatasan Dermaga JICT dan Terminal Peti Kemas Koja, Kamis (10/6/2021).

Para sopir tersebut mengeluhkan banyaknya pungutan liar alias pungli, dan premanisme di sekitar pelabuhan.

Awalnya, Presiden mendengarkan curhatan para sopir mengenai kendala kerja di saat pandemi seperti sekarang ini.

Saat mendengar adanya beberapa sopir yang mengeluhkan maraknya pungli dan premanisme, Presiden lantas memanggil ajudannya, Kolonel Pnb Abdul Haris.

Presiden meminta ajudannya itu menghubungi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui telepon.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved