Breaking News:

Pria Tak Berbusana Ngamuk di Masjid, Jamaah Kaget Temukan Istri dan Anak Pelaku Bersimbah Darah

Kapolsek Bengalon AKP Slamet Riyadi mengatakan awalnya pria tersebut datang ke masjid di RT 2 Dusun Perdau, Kutai Timur.

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Damanhuri
Tribunnews.com
Ilustrasi 

HE tak sendiri, ia juga mengajak adiknya, JO untuk menganiaya Ida.

Kapolsek Tambang, Iptu M Harris Saputra menerangkan kejadian bermua saat HE dan JO menemui Ida.

Ketika itu Ida membawa orang untuk memanen di kebun kelapa swit miliknya.

"Tiba-tiba tersangka HE langsung marah-marah dan berkata, 'Kenapa Kau Panen Sawit ini'," kata Iptu M Harris Saputra dikutip TribunnewsBogor.com dari Tribun Pekanbaru.

HE langsung menganiaya Ida.

Ia mencekik leher korban.

HE juga menyuruh JO merampas handphone Ida dan membuangnya ke Sungai Kampar.

HE mencekik korban sekuat tenaga dan mendorongnya hingga terjatuh.

Saat korban sedang tak berdaya, HE juga menduduki tubuh istri pertamanya tersebut.

Ia kembali mencekik hingga korban susah bernapas.

Beruntung, Ida berhasil melarikan diri dengan melompat ke sungai.

Idariyani lalu ditolong warga.

Ida tak tunggu lama lagi, ia langsung melaporkan perbuatan suaminya ke Polisi.

Hingga Rabu (9/6/2021) atas laporan Ida, Polisi pun menangkap HE di Perum Villa Taman Raya Raudha, Kelurahan Tabek Gadang, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru.

Ida pun bercerita, sebenarnya bukan kali pertama ia mendapat perlakuan kasar dari suaminya.

Ida sendiri sudah empat tahun lamanya dimadu oleh HE.

Sejak menikah lagi, kata Idariyani, sikap HE berubah drastis.

"Dia berubah menjadi pribadi yang kasar semenjak menikah lagi.

Sudah empat tahun lamanya saya dimadu oleh yang bersangkutan," ungkapnya.

Sebetulnya Ida sendiri sudah tak tahan dengan sikap HE.

Ia bahkan berulang kali meminta dicerai.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved