Breaking News:

Ada Kabar Puskesmas Tak Respon Hingga Tes PCR Harus Bayar, Ini Respon Dinkes Kabupaten Bogor

Beredar kabar yang menyinggung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor terkait pelayanan dan penanganan pasien Covid-19.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Sekretaris Dinkes Kabupaten Bogor dr Dedi Syarif 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Beredar kabar yang menyinggung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor terkait pelayanan dan penanganan pasien Covid-19.

Kabar pertama berupa adanya aduan masyarakat yang menyebut ada Puskesmas di Kabupaten Bogor yang tak respon saat dihubungi pihak ada warga yang terpapar virus corona atau Covid-19.

Pihak Dinkes Kabupaten Bogor mengaku bahwa sampai saat ini pihaknya belum mendapat laporan aduan tersebut secara jelas.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Bogor dr Dedi Syarif menjelaskan bahwa masyarakat yang terkonfirmasi positif dapat langsung melaporkan melalui call center atau langsung lapor ke Puskesmas terdekat.

Sebanyak 101 Puskesmas yang tersebar di 40 kecamatan sudah diminta untuk merespon cepat terkait Covid-19 untuk kemudian dilaksanakan testing, tracking dan treatment. 

"Puskesmas juga telah memiliki SOP dan telah kami instruksikan," kata Dedi Syarif kepada wartawan, Selasa (15/6/2021).

Selain itu, kabar beredar lainnya menyebut bahwa ada Puskesmas di Kabupaten Bogor yang meminta bayaran atas tes PCR bagi pasien Covid-19.

Namun hal ini dibantah oleh pihak Dinkes Kabupaten Bogor.

"Sampai saat ini Dinas Kesehatan belum ada laporan terkait hal tersebut. Test PCR di seluruh puskesmas itu gratis atau tidak berbayar. Jika ada puskesmas yang no respon dan meminta bayaran untuk PCR, segera laporkan," tambah Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Bogor, Adang Mulyana.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved