Breaking News:

Kabar Duka

Firasat Ibunda Sebelum Markis Kido Meninggal, Sempat Larang Putranya Main Bulu Tangkis Karena Ini

Tak henti berurai air mata, adik Markis Kido, Bona Septano mengurai cerita perihal mendiang kakaknya.

Penulis: khairunnisa | Editor: Damanhuri
Tribunnews/Herudin
Kesedihan terlihat dari keluarga dan kerabat saat menghantarkan jenazah mantan pebulu tangkis Indonesia, Markis Kido ke tempat peristirahatan terakhir di Taman Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas, Jakarta Timur, Selasa (15/6/2021). Markis Kido meninggal dunia pada usia 36 tahun saat bermain bulu tangkis di GOR Petrolin, Tangerang, Banten, Senin (14/6/2021) malam. Pria kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1984 itu dinyatakan meninggal dunia tidak lama setelah tiba di Rumah Sakit Omni Alam Sutera sekitar pukul 19.17 WIB akibat serangan jantung. 

“Jadi semalam sekitar jam 7 kurang saya dikabari kalau Uda lagi main jatuh tak sadarkan diri. Saya coba telepon Pak Chandra Wijaya yang main bersama Uda, dia benarkan itu dan sudah dibawa RS. Tapi masih di IGD jadi tak tahu kondisinya. Saya siap-siap langsung ke RS Omni. Di tengah jalan dokter dari IGD memberi kabar Uda nggak ada,” cerita Bona sembari menahan kesedihannya.

“Jadi beberapa hari sebelumnya agak tidak enak badan, tapi ya normal saja karena Uda tensinya tinggi dari dulu jadi rutin minum obat. Hari jumat cek tensi tinggi coba bawa ke dokter terus tetap lanjut minum obat rutin,” jelasnya.

Markis Kido - Kabar duka, Markis Kido dikabarkan meninggal dunia, Senin (14/6/2021.
Markis Kido - Kabar duka, Markis Kido dikabarkan meninggal dunia, Senin (14/6/2021. (Wartakota)

Firasat Ibunda

Kabar meninggalnya Markis Kido tentu membuat keluarga terkejut.

Terutama sang ibunda yang masih sempat berbincang dan berkumpul dengan Markis Kido beberapa jam sebelum sang putra meninggal dunia.

Baca juga: Resmi Jadi Tersangka, Terkuak Anji Pakai Narkoba Sejak 2020, Keluarga Segera Ajukan Permohonan Ini

Diungkap Bona, dirinya dan sang ibu masih sempat menghabiskan waktu bersama sebelum Markis Kido meninggal.

Bona pun menceritakan momen terakhir bersama sang Kakak dan keluarga.

Berkumpul dengan keluarganya di siang hari, Markis Kido mendadak berpamitan hendak bermain bulu tangis dengan rekannya di sore hari.

Tangis ibunda pecah depan pusara Markis Kido, jenazah dimakamkan satu liang dengan ayah
Tangis ibunda pecah depan pusara Markis Kido, jenazah dimakamkan satu liang dengan ayah (kolase Youtube Tribunnews/Instagram pbsi)

“Sebelum berangkat ke Tangerang juga sempat makan bareng di luar sama Mamah, masih ngobrol ketawa tawa tidak ada firasat apa-apa. Terus siang juga makan di luar sama mamah, cerita banyak. Sore baru izin pamit sama Mamah mau pergi main sama Chandra Wijaya,” cerita Bona.

Mendengar anaknya berpamitan, ibunda Markis Kido tak lantas memberi izin.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved