Breaking News:

Tinjau Teras Surken, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim Tampung Aspirasi: Nanti Akan Ada Perbaikan

Dedie A. Rachim didampingi Perumda Pasar Pakuan Jaya dan dinas terkait meninjau sentra kuliner Teras Surken di Jalan Suryakencana

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Istimewa/Pemkot Bogor
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi Perumda Pasar Pakuan Jaya dan dinas terkait meninjau sentra kuliner Teras Surken di Jalan Suryakencana, Kota Bogor, Senin (14/6/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim didampingi Perumda Pasar Pakuan Jaya dan dinas terkait meninjau sentra kuliner Teras Surken di Jalan Suryakencana, Kota Bogor, Senin (14/6/2021).

Dalam kunjungannya itu, Dedie menampung aspirasi tenan Teras Surken dan akan melakukan perbaikan seperti semula.

Dedie mengatakan, Pemkot Bogor akan memperbaiki Teras Surken. Pasalnya, konseptual Teras Surken sebagai tempat wisatawan yang ingin menikmati makanan kuliner legendaris Bogor seperti Soto, Laksa, Toge Goreng, Cungkring, Bir Kotjok, Es Pala, Asinan dan lainnya menjadi lebih mudah.

"Kami ingin Teras Surken bisa dijadikan destinasi wisata kuliner. Jadi nanti akan ada perbaikan - perbaikan di sini," ujar Dedie.

Senada, Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Pakuan Jaya Muzakkir mengatakan, kunjungan Wakil Wali Kota Bogor ke Teras Surken untuk melihat langsung kondisi Teras Surken, yang mana ke depan banyak pekerjaan rumah (PR) dan harus dirapikan kembali.

"Saat ini dari total 35 tenant yang ada di Teras Surken, diantaranya lima tenant kosong dan beberapa tenant berjualan seenaknya, kadang buka, kadang tutup. Rata-rata yang buka setiap hari hanya 15-20 tenan paling banyak," ujar Muzakkir.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi Perumda Pasar Pakuan Jaya dan dinas terkait meninjau sentra kuliner Teras Surken di Jalan Suryakencana, Kota Bogor, Senin (14/6/2021).
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi Perumda Pasar Pakuan Jaya dan dinas terkait meninjau sentra kuliner Teras Surken di Jalan Suryakencana, Kota Bogor, Senin (14/6/2021). (Istimewa/Pemkot Bogor)

Muzakkir menuturkan, pihaknya akan merapikan hal ini sesuai aturan yang dibuat. Diakuinya aturan memang agak sedikit longgar karena tenant di Teras Surken merupakan UMKM yang harus dibantu. Namun ke depan ia akan membuat aturan baru yakni semua tenan wajib buka semua setiap hari.

"Pedagang yang tidak bisa mengikuti mau gak mau akan dikeluarkan dan kami akan cari yang lebih siap untuk berjualan full di Teras Surken," tegasnya.

Ia melanjutkan, Perumda juga akan membantu dari sisi promosi termasuk mengevaluasi komitmen dari Sosro. Pasalnya, kerja sama dengan Sosro berlangsung selama dua tahun. Jika Sosro tidak siap memperbaiki Teras Surken pihaknya akan mencari vendor lain yang bisa memperbaiki.

"Kami ingin satu bulan ke depan Teras Surken kembali penuh dan normal kembali," jelasnya.

Sementara itu, Perwakilan Tenant Teras Surken Edi Nugroho mengatakan, ia dan pedagang lainnya di Teras Surken meminta agar Teras Surken dipulihkan alias dirapikan tak lepas dari desain Teras Surken yang mana saat hujan, pengunjung memilih berteduh di tempat lain. Ditambah posisi Teras Surken yang diapit Pasar Bogor dan Suryakencana.

Padahal Teras Surken merupakan project percontohan dari Wali Kota Bogor sebagai wisata kuliner di Kota Bogor.

"Sudah berjalan dari Agustus, hampir 10 bulan disini, triwulan pertama, triwulan kedua berjalan tapi sekarang tenant berkurang karena seleksi alam. Ada yang mundur karena promosi kurang dan Pandemi yang membuat pendapatan tenan menurun. Alhamdulillah. Pak wakil, Perumda Pasar dan dinas terkait mencoba membuat formulasi bagaimana Teras Surken bisa berjalan kembali, parkirnya, promosi dibantu BJB dan Sosro," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved