Breaking News:

Kota Bogor Kembangkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat, Siapkan 600 Sambungan Rumah

Dinas PUPR Kota Bogor memiliki mesin penyedot lumpur tinja sebanyak 5 unit dengan kapasitas 2 sampai 3 kubik.

Editor: Soewidia Henaldi
Istimewa/Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto saat melaunching program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT). 

TRIBUNNEWSBOGOR,COM -- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor akan mengembangkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) skala wilayah atau permukiman dan kota.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi menjelaskan, program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) di Kota Bogor merupakan kedua kalinya yang diluncurkan di Indonesia bekerja sama dengan USAID IUWASH.

"Ini adalah sistem pengolahan air limbah domestik dengan skala Kota Bogor yang perencanaannya diawali dari proyek P3KT tahun 1996 dan dikembangkan di tahun 2007 hingga 2020. Seluruhnya diintervensi melalui anggaran APBD dan APBN," katanya saat launching LLTT di UPTD IPAL Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Selasa (15/6/2021).

Intervensinya sendiri kata Chusnul, sudah dilakukan pada 129 lokasi berupa tangki septik komunal maupun individual dan pengoperasian di skala wilayah kawasan serta akan dikembangkan untuk skala kota yang ada di wilayah Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal.

Sementara, untuk skala kawasan dilakukan di wilayah Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara dan diharapkan bisa tingkatkan lagi untuk pemanfaatannya.

"Saat ini kapasitas sambungan rumah baru sekitar 600 rumah dari yang seharusnya sekitar 2.000 rumah," sebutnya.

Sebagai dukungan pelayanan air limbah domestik Kota Bogor, saat ini Dinas PUPR Kota Bogor memiliki mesin penyedot lumpur tinja sebanyak 5 unit dengan kapasitas 2 sampai 3 kubik.

Untuk skala kawasan permukiman yang cukup padat ada dua motor tangki dengan kapasitas 0,4 kubik.

"Luas pengolahan lumpur tinja di Tanah Baru sekitar 1,4 hektar yang dibangun oleh proyek P3KT, mulai dibangun tahun 1996 dan dikembangkan hingga saat ini," jelasnya.

Untuk skala pengolahan lumpur tinja sendiri kapasitasnya baru sampai 20 meter kubik per hari. Ke depan akan coba dikerjasamakan dengan operator dari pihak swasta untuk bisa dikembangkan lebih lanjut.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved