Breaking News:

Sekda Kota Bogor Syarifah Serahkan Bantuan JPS untuk Warga Terdampak Covid-19

Syarifah Sofiah secara simbolis menyerahkan Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi warga Kota Bogor yang terdampak Covid-19.

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Istimewa/Pemkot Bogor
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah didampingi Ketua Baznas Kota Bogor, Chatib Malik dan Ketua DMI Kota Bogor, Ade Sarmili secara simbolis menyerahkan Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi warga Kota Bogor yang terdampak Covid-19. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah didampingi Ketua Baznas Kota Bogor, Chatib Malik dan Ketua DMI Kota Bogor, Ade Sarmili secara simbolis menyerahkan Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi warga Kota Bogor yang terdampak Covid-19.

Penyerahan dilakukan di Gedung PPIB, Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Kamis (17/6/2021).

Ketua Baznas Kota Bogor, Chatib Malik menjelaskan, total ada 169 penerima bantuan, terdiri dari petugas atau marbot masjid sebanyak 40 orang masing-masing menerima Rp 800 ribu, 40 guru honorer masing-masing sebesar Rp 800 ribu, 49 guru ngaji masing-masing sebesar Rp 810 ribu, 32 pelajar masing-masing sebesar Rp 600 ribu dan 8 orang santri masing-masing sebesar Rp 2,4 juta.

"Total bantuan yang diterima Kota Bogor dari Baznas Provinsi Jawa Barat, sebesar Rp 112 juta. Sebelumnya telah diserahkan bantuan 26 pelaku UMKM masing-masing sebesar Rp 1,5 juta dan 20 orang buruh harian lepas masing-masing Rp 1,5 juta rupiah," katanya.

Kepada semua yang hadir, Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah menyampaikan agar menyebarluaskan informasi terkait kondisi Kota Bogor yang saat ini tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19.

“Jika di ruangan yang hadir lebih dari 50 orang, maka kemudian bisa menginformasikan atau menyebarluaskan kembali kepada yang lain. kepada para guru ngaji dan yang lainnya saya menghimbau untuk membantu menyebarluaskan informasi dan membantu mengingatkan warga tentang protokol kesehatan,” harap Syarifah.

Peningkatan yang saat ini dialami Kota Bogor kata Sekda sesuai dengan prediksi pemerintah. Sekitar 50 persen diakibatkan dari aktivitas mudik.

Menyikapi kondisi itu, langkah dan kebijakan segera diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Forkopimda.

Pada kesempatan tersebut Sekda mengatakan, para guru ngaji, santri dan yang lainnya merupakan bagian dari aset yang dimiliki Kota Bogor. Bekerjasama dengan DMI Kota Bogor, Pemkot Bogor berencana akan memvaksin guru ngaji, santri dan yang lainnya.

“Tadi pagi Pak Wali bersama Gubernur Jawa Barat mendampingi Bapak Presiden meninjau vaksinasi di Stasiun Bogor. Presiden menginginkan agar target vaksinasi di Kota Bogor ditingkatkan. Ke depan jika vaksinnya sudah tersedia akan diupayakan untuk diberikan,” kata Syarifah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved