Breaking News:

46 Anggota DPR dan Staf Terpapar Covid-19, Wakil Ketua DPR Ingatkan Prokes : Harus Diperketat

11 anggota DPR, 11 tenaga ahli, 7 orang pengamanan dalam dan TV parlemen serta 17 orang PNS terpapar Covid-19

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Kompasiana
ilustrasi Gedung DPR RI 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sebanyak 46 orang yang sehari-hari bekerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, terpapar virus corona ( positif Covid-19).

Mereka terdiri dari 11 anggota DPR, 11 tenaga ahli, 7 orang pengamanan dalam dan TV parlemen serta 17 orang PNS.

Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar ( Gus Muhaimin) meminta kepada Kesetjenan DPR RI agar mengetatkan protokol kesehatan (prokes) di lingkungan Gedung DPR/MPR/DPD.

Hal ini perlu dilakukan setelah puluhan anggota DPR terkonfirmasi positif Covid-19.

Suasana rapat paripurna pengambilan keputusan atas usulan hak angket yang ditujukan Komisi III DPR kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (28/4/2017). Usulan hak angket tersebut disetujui dalam paripurna tersebut, meski sejumlah fraksi menolaknya.
Suasana rapat paripurna pengambilan keputusan atas usulan hak angket yang ditujukan Komisi III DPR kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (28/4/2017). Usulan hak angket tersebut disetujui dalam paripurna tersebut, meski sejumlah fraksi menolaknya. (Kompas.com/Dani Prabowo)

“Pihak Kesetjenan DPR harus memperketat protokol kesehatan di lingkungan Parlemen,” kata Gus Muhaimin kepada wartawan, Jumat (18/6/2021).

Baca juga: Dinilai Janggal, DPR Minta Usut Kematian Wabup Sangihe Helmud Hontong

Baca juga: Wan Abud Wafat Terpapar Covid-19, Ayu Azhari Ungkap Kesedihan, Kenang Syuting Sinetron Putri Duyung

Ketua Tim Pengawas Pelaksanaan Penanganan Bencana Pandemi Covid-19 DPR RI itu menyampaikan agar rapat kerja DPR dengan Pemerintah agar dilakukan secara virtual.

“Yang di ruangan cukup 25 persen saja. Sisanya rapat dilakukan secara virtual. Rapat virtual tidak mengurangi esensi dari rapat itu sendiri,” tambahnya.

FOLLOW:

Selain itu, Gus Muhaimin menginstruksikan kepada Kesetjenan agar melakukan tes swab dan melakukan tracking dan tracing terhadap pihak-pihak yang berhubungan dengan anggota yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Semua yang berhubungan dengan anggota yang terkonfirmasi positif harus di-swab, termasuk ASN dan OB,” tukasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved