IPB University
Turut Kuatkan Peran Keluarga, Departemen IKK IPB University Komitmen Lakukan Hal Ini
Dr Tin dalam kegiatan Family Talk Series 2021 Edisi pertama mengungkapkan bahwa keilmuan tentang keluarga harus terus dikembangkan.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Keluarga sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat memiliki fungsi yang penting dalam pembangunan.
Banyak keputusan penting dalam pembangunan harus dimulai dari keluarga.
Apabila fungsi ini tidak berjalan dengan baik maka dampaknya akan dirasakan pada level yang lebih tinggi yaitu di masyarakat. Banyak permasalahan sosial yang bisa dicegah melalui penguatan fungsi keluarga.
“Peran keluarga sangat penting dalam pembangunan. Bukan hanya dalam mempersiapkan seorang anak untuk siap terjun ke masyarakat. Namun, setiap anggota keluarga memiliki tugas dan fungsinya, yang masing-masing saling melengkapi satu lain. Sebagai salah satu upaya untuk memperkuat keluarga, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) IPB University mengadakan agenda tahunan berupa webinar tentang keluarga dan anak,” ungkap Dr Tin Herawati, Ketua Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) IPB University.
Dr Tin dalam kegiatan Family Talk Series 2021 Edisi pertama mengungkapkan bahwa keilmuan tentang keluarga harus terus dikembangkan.
Salah satu kontribusi yang dilakukan oleh Departemen IKK IPB University adalah membuat webinar series tingkat nasional.
Kegiatan ini adalah agenda tahunan yang salah satunya untuk memperingati Hari Keluarga Nasional yang jatuh pada tanggal 29 Juni mendatang.
Pada seri pertama ini fokus bahasan adalah terkait perkembangan metode penelitian di bidang keluarga dan anak.
Khususnya adalah menggunakan penelitian kualitatif untuk melihat isu yang berkembang tentang keluarga dan perkembangan anak.
Hadir sebagai pemateri adalah Dr Rilus Kingseng, Pakar Pengembangan Masyarakat, Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM), Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB University.
Dr Rilus Kingseng menjelaskan bahwa peneliti harus bisa melihat proses-proses sosial yang ada di masyarakat.
Hal ini berfungsi untuk melihat permasalahan yang ada, untuk dicari solusi dan penyelesaiannya.
Salah satu metode yang bisa digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif.
Pendekatan ini digunakan untuk menginterpretasikan kegiatan sosial seseorang atau kelompok.
“Misalnya kita bisa menggunakan metode kualitatif untuk melihat konflik sosial dalam rumah tangga selama masa pandemi. Data dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara, penggalian dokumen foto atau video. Peneliti bisa ikut dalam keseharian kegiatan dari arisan, pengajian, berladang, atau menangkap ikan dan sebagainya,” tambah Dr. Rilus Kingseng.
Sebagai pembahas Dr Yuliana Eva Riany, yang merupakan pakar Pengasuhan, Psikologi dan Perkembangan Anak IPB University membenarkan bahwa perlu berbagai metode untuk menggali fenomena sosial yang ada dalam keluarga.
Penggunaan metode yang tepat dalam melihat masalah, akan membuat identifikasi masalah semakin akurat. Hal ini akan mempermudah untuk menyusun sebuah solusi penyelesaian masalah tersebut.
“Permasalahan keluarga dan perkembangan anak adalah hal serius yang perlu dilihat dengan cermat. Selain pendekatan kuantitatif, pendekatan kualitatif juga penting untuk dilakukan untuk mendapatkan data yang valid. Pendekatan kualitatif sangat terbuka luas untuk bidang IKK agar kita bisa lebih memperluas lagi kebermanfaatan bagi masyarakat “ ungkap dosen Departemen IKK IPB University. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ilustrasi-makan-keluarga_20160425_145522.jpg)