Breaking News:

Krisis Pangan, Harga Kopi Sebungkus di Korea Utara Rp 1,4 Juta, Kim Jong Un Naikkan Harga Sembako

sektor pertanian di negara Korea Utara dilaporkan masih belum pulih dari kerusakan akibat badai topan dan banjir yang terjadi tahun lalu.

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Tribunnews.com
Kim Jong Un 

Hubungan Korea Utara dengan AS

Pada hari ketiga pertemuan politik penting minggu ini, Kim Jong Un tidak menyebutkan tentang pembicarannya dengan Amerika Serikat.

Namun, menurut media pemerintah, Kim Jong Un dilaporkan menganalisis kebijakan Korea Utara dengan Presiden AS Joe Biden dan sekarang percaya Pyongyang perlu "bersiap untuk dialog dan konfrontasi."

Meskipun tidak terlalu meyakinkan, sikap Kim Jong Un terhadap AS tidak terlalu bertentangan dibandingkan dengan serangkaian pernyataan provokatif yang dirilis oleh KCNA bulan lalu, salah satunya memperingatkan akan "krisis di luar kendali".

Diketahui, Kim Jong Un juga menyebut AS sebagai musuh terbesar Korea Utara pada Januari.

Faktanya, pernyataan itu dapat membuka pintu untuk pembicaraan dengan Washington, yang sia-sia berusaha menjangkau Pyongyang awal tahun ini.

Setelah kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan pada pertemuan puncak mantan Presiden Donald Trump dengan Kim di Hanoi pada 2019, propaganda Korea Utara berulang kali mencatat bahwa negara itu tidak tertarik pada lebih banyak pembicaraan kecuali Washington mengubah apa yang disebutnya "kebijakan bermusuhan" terhadap Pyongyang.

Pemerintahan Biden telah memperjelas bahwa Korea Utara, program nuklirnya, dan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia skala besar di negara itu merupakan bagian penting dari agenda kebijakan luar negerinya.

Gedung Putih menyelesaikan tinjauan kebijakan selama berbulan-bulan pada akhir April, dan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, sekutu AS yang berkepentingan dengan masa depan Korea Utara, adalah dua pemimpin pertama yang mengunjungi Biden di AS.

Sung Kim, perwakilan khusus AS yang baru untuk kebijakan Korea Utara, sedang melakukan perjalanan ke Seoul pada hari Sabtu untuk berbicara dengan rekan-rekannya dari Korea Selatan dan Jepang.

Meskipun Gedung Putih mengatakan pihaknya berencana untuk mengejar "pendekatan praktis yang terkalibrasi" yang berbeda dari strategi yang digunakan oleh pemerintahan Trump dan Obama, Korea Utara tetap menjadi masalah kebijakan luar negeri yang sama yang telah membingungkan para pendahulu Biden baru-baru ini.

Berita lain seputar Korea Utara

(Tribunnews.com/Rica Agustina/Pravitri Retno W) -- Krisis Pangan di Korea Utara, Harga Bahan Makan Non-pokok Ikut Meroket, Kopi Sebungkus Rp 1,4 Juta

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved