Terapis Pijat Panggilan Diperdaya 3 Pemuda Hingga Pingsan di Ranjang, Tarif 90 Menit Rp 250 Ribu
NH tak menyangka mengalami nasib apes saat datang ke kosan pelanggan yang memesannya untuk dipijat.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Seorang terapis pijat panggilan dibuat tak berdaya oleh tiga orang pemuda.
Bahkan, korban berinisial NH berusia 31 tahun sampai pingsang di ranjang kamar kosan.
Ketiga pelaku yakni Farchan Candra Prasasti alias Aloy (20), warga Jalan Pacar Keling VII, Gayub Dwi Ramadhani alias Gayub (23), warga Jalan Jolotundo Baru I dan Valentino Mario Dwi Putra (27), warga Jalan Mojo III-F.
Ketiga pemuda asal Surabaya tersebut kini harus berurusan dengan pihak yang berwajib akibat ulahnya.
Kejadian ini berawal saat korban NH mendatangi pelangganya yang memesan pijat panggilan melalui media sosial michat.
FOLLOW JUGA:
Saat itu, salah satu tersangka Gayub memesan terapis pijat wanita asal Dusun Baduwak, Desa Karang Penang Onjur, Kecamatan Karang Penang, Sampang.
Dia mengajak wanita tersebut ke kos yang sebelumnya sudah dipesan oleh tersangka Farchan yang berlokasi lantai III salah satu kos harian Jalan Bratang Jaya.
Kosan yang disewa pelaku seharga Rp 75 ribu per tiga jam.
Sembari menunggu korban datang, ketiga tersangka sudah berada di kos harian tersebut.
Tersangka Gayub duduk diatas kursi menunggu korban.
Sementara tersangka Farchan dan Mario bersembunyi di lemari.
"Dalam kasus ini, mereka sudah merencanakan sejak awal. Salah satu pura-pura dipijat. Sedangkan lainnya menunggu dalam lemari," kata Kapolsek Gubeng Kompol Akay Fahli, kemarin Jumat (18/6/2021).
Tarif Rp 250 Ribu
NH tak menyangka mengalami nasib apes saat datang ke kosan pelanggan yang memesannya.
Dalam perjanjian di percakapan aplikasi, Gayub meminta NH untuk memijat dengan tarif Rp 250 ribu per 90 menit.
Selang beberapa menit kemudian, korban tiba di lokasi dengan diantar oleh suaminya LUT.
Setelah berbincang beberapa saat, korban mulai memijat tersangka Gayub.
"Namun, selang 30 menit tepatnya pukul 00.30, tersangka meminta korban beristirahat. Gayub duduk di kursi, sementara korban duduk di ujung ranjang sambil berbalas pesan dengan suaminya," lanjut Akay.
Digilir 3 Pemuda
NH tak berdaya digilir tiga orang pemuda di dalam kamar kos.
Perempuan terapis pijat itu sempat dibuat pingsan hingga akhirnya diperkosa oleh para pelaku secara bergantian.
Kejadian itu berawal saat NH dikagetkan dengan suara keras dari lemari.
Lalu NH mendapati tersangka Farchan dan Mario keluar dari lemari itu.

Tersangka Mario langsung membekap mulut dan memeluk tubuh korban dengan kencang sedangkan Gayub memegang kaki dan tangan korban.
Karena kehabisan nafas, korban tak berdaya dan pingsan.
Dengan kondisi lemas itu, ketiga tersangka secara bergantian melakukan aksi bejatnya terhadap korban.
"Puas menyetubuhi korban hingga pingsan, mereka satu persatu keluar dari kamar kos," lanjut Akay.
Suami Temukan Istrinya Pingsan
Suami korban kaget saat menemukan sang istri pingsan diatas ranjang kamar kosan.
Saat kabur para tersangka juga sempat membawa HP dan uang korban senilai Rp 40 ribu yang disimpan dalam dompet.
Meski para tersangka keluar kamar, suami korban masih belum menyadari peristiwa itu.
Dia baru masuk ke kamar setelah waktu pijat sudah habis.
"Akhirnya suami korban memberanikan diri untuk masuk kedalam kamar dengan didampingi penjaga kos. Saat membuka pintu, suami korban mendapati istrinya sudah tergeletak tidak sadarkan diri di atas kasur," terang alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2009 itu.
Suami korban sontak panik dan berupaya membangunkan istrinya itu.
Dia juga geram saat mendapati luka memar di wajah dan punggung istrinya.
Bahkan, hidung korban juga mengeluarkan darah akibat bogem mentah dari para tersangka.
Beruntung, tidak berselang lama, korban akhirnya tersadar sambil menangis.
Pelaku Ditangkap
Para pelakau tak bisa berkutik saat dilakukan penangkapan oleh aparat kepolisian

Awalnya, sang suami yang tak terima dengan yang dialami oleh istrinya kemudian melapor ke polisi.
Berbekal laporan itu, anggota opsnal langsung melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan tersangka Farchan di tempat kerjanya Jalan Teratai.
"Usai melakukan pemerkosaan itu, tersangka Farchan bersembunyi di tempat kerjanya di sebuah warung kopi Jalan Teratai, Tambaksari. Dari keterangannya, kami amankan dua tersangka lain di rumahnya masing-masing," tandas Akay kepada TribunJatim.com.
(TribunnewsBogor.com/Tribun Jatim)