Breaking News:

Manfaat Alpukat

Efek Samping Buah Alpukat Jika Dikonsumsi Berlebihan, Sebabkan Kegemukan hingga Masalah Pencernaan

Rutin mengonsumsi alpukat juga bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan total kolesterol.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vivi Febrianti
Silverstylus/Pixabay
ilustasi - Manfaat dan khasiat alpukat 

Agar tetap sehat, konsumsilah setengah buah alpukat per harinya.

Baca juga: Jangan Konsumsi Berlebihan, Alpukat dan Kacang-kacangan Ternyata Bisa Merusak Ginjal

Baca juga: Bahaya ! Orang dengan Kriteria Ini Dilarang Makan Alpukat, Menyebabkan Iritasi hingga Kerusakan Hati

3. Intoleransi alpukat

Gejala yang bisa dialami orang dengan intoleransi makanan di antaranya sakit perut, kembung, gas, dan diare.

Hal ini juga berlaku bagi orang yang memiliki intoleransi makanan tertantu, termasuk alpukat.

Sebab, banyak orang yang kesulitan mencerna gula dalam alpukat.

Beberapa gula alami yang ditemukan dalam makanan yang dapat menyebabkan masalah pencernaan bagi beberapa individu adalah fruktosa, fruktan, galacto-oligosaccharides, dan poliol.

Alpukat sendiri mengandung poliol sehingga orang yang tidak toleran terhadap poliol dapat mengalami efek samping setelah memakannya.

Biasanya, orang yang mengalami intoleransi alpukat masih bisa makan alpukat dalam jumlah sedikit tanpa gejala.

Namun, makan terlalu banyak alpukat dapat memicu efek samping segera setelah memakannya atau hingga 48 jam kemudian.

4. Menyebabkan Kegemukan

Meski diklaim sebagai makanan diet, nyatanya alpukat juga bisa bikin gemuk loh.

Sebab, alpukat memiliki jumlah kalori yang tinggi dalam porsi yang sangat kecil.

Sehingga, meskipun alpukat merupakan sumber nutrisi dan lemak sehat, nyatanya mengonsumsi alpukat secara berlebihan akan menyebabkan kenaikan berat badan juga.

Contohnya, jika seseorang makan alpukat dalam jumlah banyak dalam sehari, maka bisa menghasilkan lebih banyak kalori daripada yang terbakar.

Kelebihan energi ini akan disimpan dalam tubuh sebagai lemak.

Lalu, kelebihan lemak ini tidak akan menambah manfaat nutrisi tambahan, bahkan jika lemak ini dianggap sebagai lemak baik.

(TribunnewsBogor.com/Vivi Febrianti)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved