Breaking News:

Hadapi Lonjakan Covid-19, Bima Arya Targetkan Penambahan Fasilitas Tempat Tidur RS hingga 35 Persen

Bima Arya meminta seluruh rumah sakit rujukan pasien Corona di Kota Bogor menaikkan jumlah ruang perawata

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Istimewa/Pemkot Bogor
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Bima Arya meminta seluruh rumah sakit rujukan pasien Corona di Kota Bogor menaikkan jumlah ruang perawatan khusus Covid-19 di atas 30-35 persen dari total kamar tidur rumah sakit. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM  - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Bima Arya meminta seluruh rumah sakit rujukan pasien Corona di Kota Bogor menaikkan jumlah ruang perawatan khusus Covid-19 di atas 30-35 persen dari total kamar tidur rumah sakit.

Hal ini menindaklanjuti surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Nomor YR. 03.03 / III / 4643 / 2020 Perihal Peningkatan Pelayanan Pasien Covid-19. Salah satunya menyebutkan untuk melakukan konversi tempat tidur guna penyiapan kapasitas ruang isolasi dan ICU bagi pasien Covid-19 sesuai standar.

“Angka Covid-19 di Kota Bogor menunjukkan satu fase yang betul-betul memerlukan kerja lebih keras dari semua pihak. Lonjakan kasus Covid-19 begitu nyata. Saya garis bawahi, selain konversi tempat tidur, rumah sakit dihimbau untuk menyampaikan laporan secara riil time. Target kita satu yaitu menambah fasilitas tempat tidur di rumah sakit sebesar 30-35 persen dan kedua tempat isolasi,” katanya saat memimpin rapat secara virtual dengan direktur rumah sakit se Kota Bogor di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Senin (21/6/2021).

Wali Kota Bogor ini menjelaskan, terkait penggunaan Rumah Sakit Lapangan (RSL) masih dikaji. Sebab, ada aturan yang harus dipatuhi.

Saat ini kata dia, angka Bed Occupancy Rate (BOR) di Kota Bogor sudah mencapai 77,6 persen. Padahal dua pekan lalu masih dibawah 20 persen. Artinya jika tidak melakukan apa-apa, maka dalam waktu satu hingga dua pekan tingkat keterisian tempat tidur akan penuh.

Selain menambah ketersediaan tempat tidur sebesar 30 -35 persen, Pemkot Bogor akan menambah tempat isolasi untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) di Pusat Isolasi BPKP Ciawi.

Ke depan ada fasilitas isolasi ini akan terus ditambah, sehingga bagi pasien dengan gejala sedang dan berat bisa difokuskan di rumah sakit.

Kepada semua Bima Arya meminta untuk bergerak cepat. Pasalnya, kebutuhannya benar-benar mendesak dan untuk Dinas Kesehatan (Dinkes) diminta untuk melakukan pembenahan dan pengaturan sistem rujukannya. Agar pasien dapat dirujuk secara merata sehingga tidak menumpuk di satu atau dua rumah sakit.

“Kita berlomba dengan waktu jangan sampai lonjakan yang ada tidak bisa diantisipasi,” ungkapnya.

Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno menyebutkan, ditargetkan konversi tempat tidur sebesar 30 persen sudah dilaksanakan sampai akhir bulan Juni 2021. Sementara konversi tempat tidur isolasi sampai 35 persen diupayakan sampai pertengahan Juli 2021.

Khusus 8 Rumah Sakit Rujukan sesuai SK Gubernur didorong untuk menambah tempat tidur isolasi minimal 35 persen dari total tempat tidur sesuai dengan surat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Kita targetkan akhir Juni 2021 sudah terpenuhi. Untuk rumah sakit yang belum konversi tempat tidurnya 30 persen dihimbau untuk segera mengkonversinya,” katanya Retno sapaan Kadinkes.

Dandim 0606 Kota Bogor Kol. Inf Roby Bulan meminta agar semua pihak menjalin komunikasi dan koordinasi lebih intens sehingga pasien Covid-19 dapat terawat dengan baik.

Turut hadir juga Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, Dirut RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved