Breaking News:

Hampir Buta Demi Berantas Korupsi, Novel Baswedan Kini Dibanjiri Hinaan : Ini Sangat Keterlaluan

Novel Baswedan mengaku perjuangannya itu justru mendapatkan sentimen negatif dan dihinakan dari sejumlah pihak.

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)
Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Novel Baswedan tidak kuasa menahan emosi saat menceritakan perjuangannya memberantas korupsi di Indonesia.

Curahan hati tersebut disampaikan Novel saat menjadi pembicara dalam diskusi 'Blak Blakan Bareng Novel Baswedan' yang ditayangkan YouTube Public Virtue Institute, Minggu (20/6/2021).

Awalnya, Novel Baswedan bercerita bahwa perjuangannya dalam memberantas korupsi tidak berjalan mudah.

Ada berbagai banyak tantangan dan ancaman yang telah dilaluinya sejak menjadi penyidik KPK.

Kedua matanya pun kini hampir buta karena insiden penyerangan air keras.

Namun, Novel Baswedan mengaku perjuangannya itu justru mendapatkan sentimen negatif dan dihinakan dari sejumlah pihak.

Baca juga: Novel Baswedan Akui Pernah Diminta Mundur dari KPK Sejak 2016, Alasannya Gara-gara Hal Ini

"Kadang kala saya pada posisi saat itu, karena ini pada posisi menghinanya sudah keterlaluan.

Ingat loh, saya punya keluarga, punya anak kalau saya dihina terus-terusan pada saat tertentu saya merasa bahwa emang nggak perlu lagi memberantas korupsi di KPK," kata Novel.

Padahal, Novel Baswedan menyatakan pemberantasan korupsi bukanlah kepentingan dirinya semata.

Dia mengingatkan perjuangannya justru untuk masa depan Indonesia yang bebas dari korupsi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved