Virus Corona di Bogor

RSUD Cibinong Terancam Tak Mampu Lagi Menampung Pasien Isolasi

Kemudian pada pekan ketiga di bulan Juni 2021 lalu, kasus Covid-19 melonjak hingga kemudian penambahan bed isolasi dilakukan.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Direktur Utama RSUD Cibinong Wahyu Eko Widiharso saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (23/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Imbas lonjakan penularan virus corona akhir-akhir ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor sampai berkali-kali melakukan penambahan tempat tidur (bed) isolasi pasien Covid-19.

Direktur Utama RSUD Cibinong Wahyu Eko Widiharso mengatakan bahwa awalnya sebelum lonjakan kasus pihaknya hanya menyediakan 151 tempat tidur pasien Covid-19.

Kemudian pada pekan ketiga di bulan Juni 2021 lalu, kasus Covid-19 melonjak hingga kemudian penambahan bed isolasi dilakukan.

"Kemudian mengalami kenaikan (jumlah pasien Covid-19), akhirnya kita naikan jadi 202," kata Wahyu Eko Widiharso kepada wartawan, Rabu (23/6/2021).

Penambahan jumlah tempat tidur isolasi tersebut rupanya belum cukup menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang sudah terjadi dalam sepekan terakhir ini.

RSUD Cibinong pun kembali melakukan penambahan sampai akhirnya kini totalnya berada di angka 242 bed.

Meski begitu, dari total tempat tidur isolasi Covid-19 tersebut, sekarang sudah terisi hampir 90 persen karena banyaknya pasien Covid-19 yang terus berdatangan untuk dirawat.

"Sekarang yang dirawat sudah 229 dari 242. Artinya sudah hampir 90 persen, 87 persen lah kira-kira," kata Wahyu.

Jika Covid-19 masih terus melonjak, Wahyu mengaku akan kembali melakukan penambahan tempat tidur isolasi.

Namun, kesempatan penambahan ini hanya tersisa sekitar satu kali lagi karena sudah melampaui batas wajar.

Sebab, pasien umum non Covid-19 lainnya juga harus diperhatikan di RSUD Cibinong ini.

"Kita sudah menyiapkan satu ruangan lagi, kapasitas sekitar 30 bed lagi, nanti kalau memang ada lonjakan kita tambah. Tapi kalau sudah 270 bed kelihatannya kita sudah mentok ya, karena sudah melampaui 50 persen. Sekarang saja kita sudah 40 persen lebih, padahal anjuran pemerintah cuma 30 persen," ungkapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved