Breaking News:

Virus Corona di Bogor

Suasana Mencekam, Puluhan Orang di Perumahan Pura Tajurhalang Bogor Terpapar Covid-19

Ketua Masyarakat Pejuang Bogor (MPB), Atiek Yulis Setyawati mengatakan, saat ini kondisi khusus di perumahan tersebut setiap harinya terdapat puluhan

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Ketua MPB Bogor saat memberikan keterangan kepada awak media terkait kasus Covid-19 di Perumahan Pura Bojonggede 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOJONGGEDE - Tingginya kasus Covid-19 di Perumahan Pura Bojonggede, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, membuat warga sekitar merasa cemas.

Ketua Masyarakat Pejuang Bogor (MPB), Atiek Yulis Setyawati mengatakan, saat ini kondisi khusus di perumahan tersebut setiap harinya terdapat puluhan kasus Covid-19.

"Setiap hari puluhan yang terpapar, hari ini belum menghitung tapi banyak, kemarin dan kemarinnya lagi puluhan tiap harinya yang terpapar baru," ujarnya, Rabu (23/6/2021).

Lebih lanjut, Atiek beserta unsur lainnya bergerak cepat untuk saling menguatkan terhadap warga yang menjalankan isolasi mandiri.

Baca juga: Waspadai Gejala Covid-19 pada Anak, Begini Cara Merawat Buah Hati yang Terpapar Corona

"Dari desa sudah keliling memberikan bantuan sembako, itu langkah yang dijalani," ucapnya.

Atiek pun membeberkan, suasana dan kondisi di Perumahan Pura Bojonggede kian banyak ditemukan kasus Covid-19.

"Suasana sudah mencekam, saya sudah hubungi Sekdis Dinkes, mengusulkan agar dilakukan lockdown lokal, jawabnya agar koordinasi sama Camat atau ketua Gugus Covid Kecamatan, takut lumpuh mengingat tingginya angka yang terpapar dan masif," tegasnya.

Baca juga: Bantah Jenazah Pasien Covid-19 Diangkut Pakai Truk, Riza Patria Optimalkan Ambulance

Sementara itu, Atiek mengatakan bahwa saat ini warga di perumahan tersebut berada dalam keadaan dilematis.

"Sedang tinggi dan masif, perlukah di-lockdown lokal? kalau lockdown bagaimana dengan yang bekerja? Pemda harus menjamin sembako semua dan kebutuhan pokok lainnya. Uji coba di wilayah RW yang banyak jumlah warganya yang positif, kalau berhasil uji coba wilayah lain," tegasnya.

"Atau diberlakukan aturan keluar rumah wajib bermasker,  jika ada yang tidak bermasker akan didenda 100 ribu atau sanksi sosial menyapu jalanan di lingkungan sekitar, dan lainnya," sambungnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved