Breaking News:

Darurat Covid-19, Dedie Rachim Minta Maksimalkan Pendataan Warga Isoman

Dedie A Rachim secara tegas mengatakan bahwa sesuai data, saat ini ada tingkat kedaruratan

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Istimewa/Pemkot Bogor
Apel Sinergitas Bogor Mengabdi di Ramayana Mal Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Rabu (30/6/2021) pagi. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim secara tegas mengatakan bahwa sesuai data, saat ini ada tingkat kedaruratan pada penyebaran kasus Covid-19 yang terjadi di Kota Bogor.

Hal itu ia katakan saat menjadi pemimpin Apel Sinergitas Bogor Mengabdi di Ramayana Mal Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Rabu (30/6/2021) pagi.

Dedie memaparkan melalui angka, warga yang terkonfirmasi positif Covid yang aktif per hari ini sekitar 3.500 kasus. Sementara ketersediaan tempat tidur atau bed di 21 rumah sakit hanya ada sekitar 950 bed. 50 persen di antaranya, merupakan pasien dari luar Kota Bogor.

"Artinya, ada kurang lebih 3.000 orang yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah masing - masing. Ada juga yang sedang keliling mencari rumah sakit, mencari fasilitas kesehatan. Kita sedang melihat adanya mobilitas dari virus itu sendiri," kata Dedie.

Dengan demikian, tentu ada risiko tingkat penyebaran virus yang lebih tinggi lagi. Oleh karena itu, semua jajaran di wilayah dari mulai kecamatan, kelurahan, LPM, kader kesehatan, hingga karang taruna ikut membantu melakukan pendataan yang lebih maksimal.

Pendataan itu meliputi lokasi warga yang terpapar, kemudian berapa banyak orang yang kontak erat, serta segera melakukan konsolidasi dengan lurah atau camat.

Dedie juga meminta semua unsur tersebut memastikan, mereka yang tidak melakukan isolasi di rumah sakit ini juga mendapatkan perhatian fasilitas kesehatan di tingkat wilayah, seperti puskesmas.

"Paling tidak mendapat obat standar saja, itu yang penting. Jadi sudah dipastikan bahwa rumah sakit di Kota Bogor tidak mampu menampung semua pasien yang membutuhkan. Tapi kita tidak bisa tinggal diam, harus ada visitasi," terangnya.

Termasuk kata Dedie, proses pemulasaraan jenazah Covid-19. Apabila diperlukan proses tersebut dengan protokol kesehatan yang ketat, hal itu bisa langsung dikoordinasikan dengan jajaran kepolisian yang sudah membentuk tim pemakaman.

Meskipun memang, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga sudah menyiapkan perihal sarana prasarananya. Hal ini, kata Dedie, penting menjadi perhatian mengingat angka kematian bagi warga yang isoman di rumah masing - masing juga harus ditekan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved