Breaking News:

Virus Corona di Bogor

PPKM Darurat, Petugas Gabungan Lakukan Penyekatan di Simpang Gadog Bogor, 20 Kendaraan Diputar Balik

Hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, petugas gabungan melakukan penyekatan di Simpang Gadog, Ciawi, Bogor.

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, petugas gabungan melakukan penyekatan di Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAWI - Hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, petugas gabungan melakukan penyekatan di Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor.

Penyekatan yang dulakukan petugas gabungan Pol PP, TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan itu bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus corona di area objek wisata Puncak Bogor.

Pantauan TribunnewsBogor.com, pukul 10.00 WIB sebanyak 20 kendaraan terpaksa dilakukan putar balik.

Penyekatan kendaraan di Simpang Gadog itu dilakukan mulai pukul 09.00 WIB.

Sementara, arus lalu lintas di Simpang Gadog, hingga pukul 10.18 WIB arus kendaaraan dari arah Tol Jagorawi menuju Puncak nampak lengang, tidak ada kepadatan atau antrean seperi akhir pekan biasanya.

Hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, petugas gabungan melakukan penyekatan di Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Sabtu (3/7/2021).
Hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, petugas gabungan melakukan penyekatan di Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Sabtu (3/7/2021). (TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne)

Kondisi serupa terlihat arus kendaraan dari arah Simpang Ciawi menuju Puncak juga terlihat lengang Kendaraan melintas dapat melintas tanpa hambatan.

Diketahui, pemerintah pusat telah memutuskan untuk melaksanakan PPKM Darurat pada 3-20 Juli 2021 dalam upaya untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Indonesia. 

Ada beberapa ketentuan penting dalam penerapan PPKM Darurat tersebut.

Adalah pengetatan kewajiban bekerja dari rumah, untuk semua pekerja sektor non-esensial, dan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring.

Bagi sektor esensial, maksimal 50 persen staf yang bekerja di kantor dengan melakukan protokol kesehatan ketat dan 100 persen bagi sektor kritikal.

Kemudian, supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan swalayan beroperasi hingga pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen. 

Sedangkan untuk apotek, tetap beroperasi selama 24 jam.

"Yang tidak berkepentingan di putar balik, kita beri tanda stiker merah, orang tersebut tidak memiliki surat antigen, PCR yang aktif," ujar anggota Pol PP, Tesa.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved