Breaking News:

Patroli PPKM Darurat, Bima Arya Bersama Forkopimda Pantau Kota hingga Ruang Isolasi

Wali Kota Bogor Bima Arya bersama jajaran Forkopimda menggelar patroli Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Sabtu (3/7/2021)

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Istimewa/Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor Bima Arya bersama jajaran Forkopimda menggelar patroli Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Sabtu (3/7/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Wali Kota Bogor Bima Arya bersama jajaran Forkopimda menggelar patroli Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Sabtu (3/7/2021). Bima menyebut secara umum mobilitas di Kota Bogor jauh berkurang, tetapi masih ada pelaku usaha yang belum menerapkan PPKM Darurat, seperti restoran yang masih menyediakan layanan makan di tempat.

“Masih ada di titik-titik keramaian, seperti rumah makan yang belum menerapkan PPKM Darurat, yaitu larangan untuk ‘dine in’. Tidak saja kita peringatkan, langsung ada tindakan. Dan kita akan lakukan ini setiap hari, siang dan malam untuk pastikan semuanya taat,” ungkap Bima Arya.

Dalam patroli tersebut tampak Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro, Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Inf. Robby Bulan, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Eka Wardana, Dandenpom III/1 Bogor Letkol CPM Sutrisno, Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim dan perwakilan dari Kejaksaan Negeri Bogor serta perwakilan dari Pengadilan Negeri Bogor.

Wali Kota Bogor Bima Arya bersama jajaran Forkopimda menggelar patroli Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Sabtu (3/7/2021).
Wali Kota Bogor Bima Arya bersama jajaran Forkopimda menggelar patroli Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Sabtu (3/7/2021). (Istimewa/Pemkot Bogor)

Saat melintas di Jalan Suryakencana, petugas menemukan rumah makan yang masih menyediakan layanan makan di tempat. Kapolresta yang memimpin penindakan langsung memberikan peringatan kepada pengelola rumah makan tersebut. Kemudian memerintahkan Satpol PP untuk menyita bangku dan memberikan denda.

Hal serupa juga terjadi di Jalan Juanda, Jalan Merdeka dan Jalan Pandu Raya. Padahal aturannya hanya boleh menerima layanan antar atau dibungkus dan tidak menerima makan di tempat (dine in).

“Sudah menjadi ketentuan dari Satgas Covid-19, yaitu apabila ada pelanggaran terhadap ketentuan PPKM Darurat, maka kami akan melakukan penindakan seperti sanksi, ataupun masih bandel maka kami akan melakukan penerapan pidana bagi para pelanggar. Sekali lagi kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ke mana-mana kalau tidak emergency,” ujar Susatyo.

Apotek Dilarang Jual Obat di Atas HET

Tingginya permintaan obat di tengah pandemi, membuat masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan obat-obatan jenis tertentu. Jika ada pun, harganya bisa naik berkali lipat. Untuk itu, Satgas Covid-19 Kota Bogor mengingatkan agar toko obat tidak sembarangan menaikan harga jual.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo menegaskan akan menindak tegas toko obat atau perorangan yang menaikan harga obat di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) ataupun menimbunnya, termasuk soal oksigen.

“Untuk apotek-apotek saya ingatkan untuk tidak menaikan harga apalagi melakukan upaya-upaya untuk keuntungan pribadi dan membahayakan masyarakat, kami akan melakukan tindakan tegas,” kata Kapolresta.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved