Breaking News:

Pemkot Bogor dan KNPI Ajak Pemuda Jadi Relawan Kemanusiaan, Ini Tugas Utamanya

Wali Kota Bogor, Bima Arya menyatakan, program relawan pemuda ini merupakan salah satu langkah mengatasi pandemi Covid-19.

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Istimewa/Pemkot Bogor
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor mengajak para pemuda untuk menjadi relawan pejuang kemanusiaan. 

"Ini harus gerak cepat. Kita akan laporkan ke Menkes dan Menteri BUMN kebutuhannya, diluar jalur yang ada," tegasnya.

Bima Arya menyebut, saat ini warga sebagian besar isoman. Di sisi lain SDM Dinkes Kota Bogor terbatas dalam memantau rutin warga. Untuk itu, perlu bantuan relawan untuk memonitornya.

"Nanti akan dibekali APD, oximeter untuk saturasi. Karena kuncinya saturasi, begitu saturasi drop, treatmennya berbeda. Nanti puskesmas yang terjun," katanya.

Kemudian relawan juga membantu memantau perkembangan distribusi logistik.

"Jadi kita distribusikan logistik ke lapangan. Sistemnya kelurahan yang mendistribusikan. Kita prioritaskan warga isoman yang tidak bisa makan yang akan disuplai. Baru kemudian kita prioritaskan warga yang tidak bisa bekerja yang tidak bisa makan. Nah, itu kita percayakan kepada lurah-lurah. Tapi akan baik sekali kalau bisa dibantu temen-temen di wilayah.
Relawan ini akan diperkuat relawan di luar OKP, misalnya dengan DPPKB," kata Bima Arya.

Ketua DPD KNPI Kota Bogor, Sapta Bela Alfaraby secara tegas menyatakan siap berkolaborasi dengan Pemkot Bogor.

"Kami siap untuk membantu pemkot dalam menangani Covid-19 ini. Di tingkat kecamatan akan kita susun timnya. Nanti kami akan koordinasikan dengan Dispora," tuturnya.

Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno menyatakan, para relawan ini nantinya akan terlebih dahulu dilatih sesuai dengan tugasnya untuk membantu di wilayah, terutama warga isoman.

"Saat ini kami di puskesmas memiliki 63 tracer dan 50 tracer dari provinsi. Kemudian ditambah dengan surveilans di puskesmas 25 orang. Jadi total ada 138 tracer dan surveilans," katanya.

Retno sapaan Kadinkes menambahkan, puskesmas juga merekrut tenaga kader untuk membantu tracer berkoordinasi dengan RW siaga.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved