Sebanyak 2.000 Warga Bojonggede yang Kerja di Sektor Esensial Gunakan Commuter Line

Camat Bojonggede, Kabupaten Bogor, Yodi MS Ermaya, Selasa (6/7/2021) ikut melakukan pengawasan terkait antrean penumpang KRL di Stasiun Bojonggede.

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Muspika Bojonggede melakukan pengawasan di Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOJONGGEDE - Camat Bojonggede, Kabupaten Bogor, Yodi MS Ermaya, Selasa (6/7/2021) ikut melakukan pengawasan terkait antrean penumpang Kereta Api Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bojonggede.

Yodi mengatakan, pengawasan yang dilakukan oleh pihaknya beserta TNI dan Polri dalam rangka mengurai penumpukan antrean penumpang pengguna jasa Commuter Line untuk menjalankan aktifitasnya.

"Peraturan prokes di stasiun ini, kita sudah berupaya sedemikian rupa supaya masyarakat yang mau masuk agar antre terlebih dahulu, jadi yang sudah di dalam juga dibatasi," ujarnya.

Lebih lanjut, Yodi membeberkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait mobilitas warganya yang bekerja di sektor esensial.

"Kalau untuk koordinasi dengan Jakarta, kita melaporkan kejadian-kejadian di sini, kita melaporkan penumpukan penumpang ini dari pukul 06.00 sampai pukul 08.00 WIB pagi, itu diangka 3.700 penumpang dan di Citayam itu di angka 7.000 sampai pukul 08.00 pagi, kalau sekarang itu lebih landai, di bawah 2.000," tegasnya.

Sementara itu, terkait sanksi atas kasus kerumunan atau penumpukan penumpang di Stasiun Bojonggede yang terjadi sehari sebelumnya, Yodi menegaskan itu bukan masuk ke dalam ranah Pemerintah Kecamatan Bojonggede.

"Kalau sanksi, itu bukan dari ranah kita (Kecamatan), tapi itu salah satunya karena kejadian di Depok yang melaksanakan lockdown, jadi Stasiun Depok, Depok Baru tutup, jadi penumpang membludak ke Citayam dan Bojonggede," ungkapnya.

Sebagai bentuk ketegasan penerapan protokol kesehatan selama PPKM Darurat, Yodi mewajibkan warganya untuk mengikuti seluruh anjuran yang telah diterbitkan Pemerintah.

"Kalau ada warga yang tidak pakai masker, itu kita suruh pulang lagi, kita tidak berbicara lagi tentang menyiapkan masker, tapi ini berbicara kesadaran dari masyarakat," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved