Antrean di Stasiun Bojonggede Bogor, Petugas Kesulitan Bedakan Penumpang Pekerja Esensial Atau Bukan

Antrean penumpang Kereta Api Rel Listrik (KRL) Commuter Line terjadi di Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor, Rabu (7/7/2021) pagi.

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Antrean penumpang di Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor, mengular hingga tepi jalan raya 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOJONGGEDE - Antrean penumpang Kereta Api Rel Listrik ( KRL) Commuter Line terjadi di Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor, Rabu (7/7/2021) pagi.

Pantauan TribunnewsBogor.com, antrean penumpang KRL Commuter Line jurusan Jadetabek di Stasiun Bojonggede nampak mengular dari pintu masuk stasiun hingga ke tepi Jalan Raya Bojonggede.

Staff Pol PP Kecamatan Bojonggede, Momo mengatakan, antrean penumpang Commuter Line itu disebabkan banyaknya warga yang beralih menggunakan moda transportasi KRL.

"Banyak yang beralih menggunakan jasa kereta untuk beraktifitas, soalnya kan jalan protokol dilakukan penyekatan," ujarnya.

Meski antrean penumpang di Stasiun Bojonggede terbilang tertib, Momo mengaku tidak dapat membedakan penumpang yang bekerja di sektor esensial maupun non esensial.

"Saya sejauh ini belum bisa menjelaskan karena kan dalam situasi seperti ini banyak orang, kalau itu sih sebenarnya kembali ke diri masing-masing, saya tidak dapat berbicara lebih jauh tentang hal itu, karena saya kurang tahu masalah itu," bebernya.

Namun Momo tidak memungkiri bahwa sebagian penumpang masih banyak yang bekerja di luar sektor esensial.

"Tapi masih banyak sepertinya penumpang di Stasiun Bojonggede yang bekerja di luar sektor esensial," ungkapnya.

Sementara itu, Momo menegaskan bahwa pihaknya selaku Satgas Covid-19 Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, membantu memberikan sosialisasi bahwa penumpang wajib menggunakan masker jenis N95.

"Kami bersama petugas gabungan juga membantu agar antrean di stasiun berlangsung tertib, ada ketentuan juga wajib menggunakan masker double atau N95," paparnya.

Selama PPKM Darurat 3 - 20 Juli 2021, diketahui hanya sektor esensial dan kritikal yang boleh menerapkan kerja di kantor atau work from office (WFO).

Itu pun harus dilakukan dengan sejumlah ketentuan atau aturan yang ditetapkan guna menghindari penularan Covid-19.

Sementara, perusahaan yang bergerak di luar bidang yang disebutkan di atas, harus mewajibkan karyawannya kerja dari rumah (WFH).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved