Breaking News:

Babak Baru Kasus Lurah Gelar Hajatan saat PPKM Darurat, Jumlah Undangan yang Disebar Mengejutkan

Babak baru kasus lurah di Depok gelar hajatan saat PPKM Darurat. Kabar terbaru, Lurah Pancoran Mas itu ditetapkan tersangka.

Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Ardhi Sanjaya
Istimewa/Wartakota
Petugas Satpol PP menyegel rumah Lurah Pancoran Mas karena melanggar aturan PPKM Darurat dengan menggelar hajatan dihadiri lebih dari 30 orang dan berkerumun, Sabtu (3/7/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kasus lurah di Depok gelar hajatan saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berbuntut panjang.

Diketahui sebelumnya, acara hajatan yang digelar oleh Lurah Pancoran Mas, Kota Depok itu ramai diperbincangkan.

Lurah berinisial S itu menggelar hajatan pernikahan putrinya pada Sabtu (3/7/2021) kemarin.

Hingga kemudian Satpol PP turun tangan mendatangi kediaman lurah di Depok itu.

Kabar terbaru, Lurah Pancoran Mas itu telah ditetapkan tersangka.

Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar menyebutkan, S terancam dijerat Pasal 14 Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan hukuman maksimum 1 tahun penjara.

Dikatakannya bahwa, S melanggar ketentuan yang digariskan oleh pemerintah soal resepsi pernikahan selama PPKM Darurat.

"Pasti (melanggar). Di situ kan ada aturan, tidak boleh prasmanan, dan hanya boleh dihadiri 30 orang," kata Imran, Rabu (7/7/2021).

"Tetapi itu dihadiri 300 orang. Aturan tidak boleh prasmanan, makanan harus dibawa pulang, tapi di sana faktanya ada prasmanan," tambah Imran.

Baca juga: Lurah di Depok Gelar Hajatan Saat PPKM Darurat, Politisi PAN Tegas : Kalau Perlu Dicopot

Baca juga: Lurah di Depok Gelar Hajatan Saat Hari Pertama PPKM Darurat, Susi Pudjiastuti : Tenggelamkan

Imran pun menyayangkan pelanggaran itu dilakukan S yang merupakan aparat pemerintah.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved