Breaking News:

Sudah 28 Ribu Penyuntikan, Korem dan Pemkot Terus Ajak Masyarakat Untuk Vaksin

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim pun meninjau langsung proses vaksinasi yang diselenggarakan Korem 061 Suryakencana.

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Istimewa/Pemkot Bogor
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim pun meninjau langsung proses vaksinasi yang diselenggarakan Korem 061 Suryakencana, Kamis (8/7/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Proses vaksinasi bagi masyarakat terus digulirkan. Hingga saat ini pula, sudah puluhan ribu masyarakat khususnya di Kota Bogor yang sudah mendapat penyuntikan vaksin demi memutus rantai penyebaran Covid-19.

Pada Kamis (8/7/2021), bertempat di Markas Yonif 315 Garuda, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim pun meninjau langsung proses vaksinasi yang diselenggarakan Korem 061 Suryakencana.

Usai bersama - sama meninjau vaksinasi, Danrem 061 Suryakencana, Brigjen TNI Achmad Fauzi mengatakan hingga saat ini sudah ada sekitar 28.000 penyuntikan vaksin kepada masyarakat dari berbagai sumber pendataan. Ada yang melalui aplikasi, maupun lewat Babinsa dan Koramil setempat.

"Ada juga masyarakat yang datang sendiri dan dilihat mereka sangat antusias. Mereka ada yang datang jam 3 dan jam 4 pagi hanya ingin untuk divaksinasi. Artinya, masyarakat semakin banyak yang timbul kesadaran untuk melaksanakan vaksinasi," urai Danrem.

Selain masyarakat umum, kata Danrem, peserta vaksin yang datang hari ini juga dihadiri dari unsur alumnus dan civitas akademisi. Baik dari Institut Pertanian Bogor (IPB) University maupun dari Universitas Ibnu Khaldun (UIKA). Sehingga melalui mereka, Danrem berharap bisa menarik masyarakat untuk vaksinasi.

"Karena kepentingan dan manfaat vaksinasi itu sangat luar biasa. Dalam rangka menimbulkan kekebalan imunitas, kekebalan kelompok, dan kekebalan masyarakat. Kita berharap paling tidak di Kota Bogor 85 persen masyarakat bisa melaksanakan vaksinasi," ujar Danrem.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim pun meninjau langsung proses vaksinasi yang diselenggarakan Korem 061 Suryakencana, Kamis (8/7/2021).
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim pun meninjau langsung proses vaksinasi yang diselenggarakan Korem 061 Suryakencana, Kamis (8/7/2021). (Istimewa/Pemkot Bogor)

Maka dari itu, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beserta unsur lainnya bisa menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk bersama - sama mendukung pelaksanaan serbuan vaksinasi nasional yang sedang dilaksanakan.

Danrem menjelaskan, rata - rata setiap hari Korem 061 Suryakencana melaksanakan sekitar 2.500 lebih penyuntikan vaksin. Dengan jumlah itu memang, Danrem mengakui bahwa adanya keterbatasan jumlah tenaga kesehatan (nakes).

"Mungkin kalau tenaga kesehatan kita banyak, kita bisa laksanakan target 4.000 sampai 5.000 (penyuntikan perhari). Memang kendala yang jelas contoh khusus Kota Bogor ada hampir 400 tenaga kesehatan kita terpapar (Covid-19). Artinya mengurangi kekuatan yang ada untuk melaksanakan vaksinasi," kata Danrem.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim pun meninjau langsung proses vaksinasi yang diselenggarakan Korem 061 Suryakencana, Kamis (8/7/2021).
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim pun meninjau langsung proses vaksinasi yang diselenggarakan Korem 061 Suryakencana, Kamis (8/7/2021). (Istimewa/Pemkot Bogor)

Ditempat yang sama, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, secara keseluruhan saat ini Kota Bogor sudah ada 168.000 warga yang sudah divaksin dari target 960.000 warga. Dedie juga berterima kasih atas kontribusi Korem 061 Suryakencana dalam mempercepat proses vaksinasi di Kota Bogor.

"Jadi capaian kita baru di kisaran 28 persen. Dengan tambahan kekuatan, tenaga, dan tempat yang diberikan oleh Korem ini Insya Allah akan menambah jumlah dari capaian fokus masyarakat yang divasksin. Sehingga akan tercapai Herd Immunity," kata Dedie.

Yang menarik kata Dedie, pelaksanaan vaksinasi di Yonif 315 oleh Korem 061 Suryakencana dalam rangka Bela Negara. Gotong royong bersama untuk mempercepat program vaksinasi massal demi memutus rantai penyebaran Covid-19.

Dalam proses percepatan vaksinasi ini pula, kata Dedie, memang masih terkendala jumlah tenaga kesehatan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sendiri, sudah membuka lowongan untuk 200 lebih nakes. Namun karena cukup langka, saat ini baru hampir 40 nakes yang sudah terpenuhi.

"Jadi inilah kendala kita, tapi dengan upaya yang dilakukan untuk nakes ini mudah - mudahan dapat segera kita percepat," harap Dedie

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved