Ibas Kritik Pemerintah Soal Penanganan Covid-19, Andre Rosiade Ajak Hadiri Rapat DPR

Ibas mengaku khawatir Indonesia disebut sebagai bangsa gagal karena tidak mampu menyelamatkan rakyatnya dari Covid-19.

Editor: Ardhi Sanjaya
Instagram @nongandah
gaya Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas saat perkenalkan bilik disinfektan 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Nama Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono ( Ibas), menjadi sorotan setelah melontarkan kritik pada pemerintah soal penanganan Covid-19.

Dalam kritiknya, Ibas menyinggung soal failed nation atau bangsa yang gagal.

Dikutip dari Tribunnews, kritikan ini disampaikan Ibas sebagai respons atas melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia beberapa waktu terakhir, serta angka kematian yang relatif tinggi.

Dalam keterangannya, Ibas mengaku khawatir Indonesia disebut sebagai bangsa gagal karena tidak mampu menyelamatkan rakyatnya dari Covid-19.

"Begini ya, Covid-19 makin mengganas. Keluarga kita, sahabat kita dan orang-orang di lingkungan kita banyak yang terpapar bahkan meninggal dunia. Sampai kapan bangsa kita akan terus begini?"

"Jangan sampai negara kita disebut sebagai failed nation atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyatnya," ujar Ibas dalam keterangannya, Rabu (7/7/2021).

Lebih lanjut, Ibas menyoroti soal kelangkaan tabung oksigen di sejumlah wilayah Indonesia.

Ia menilai kasus kelangkaan ini merupakan preseden terburuk.

"Bagaimana mungkin tabung oksigen disumbangkan ke negara lain, tapi saat rakyat sendiri membutuhkan, barangnya susah didapat,” katanya.

Tak hanya itu, Ibas menganggap pemerintah kurang mempersiapkan diri dalam menghadapi varian baru Covid-19.

Padahal, pandemi di Indonesia sudah memasuki tahun kedua.

Seharusnya, menurut Ibas, pemerintah bisa mengantisipasi adanya varian baru.

"Kan ada varian baru di negara lain. Kita tahu, itu bukan tak mungkin masuk ke negara kita."

"Lalu muncul kasus-kasus baru, kemudian angka yang kita khawatirkan juga terjadi, dan lain sebagainya," terang dia.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved