Breaking News:

Oksigen Diburu Imbas Lonjakan Covid-19, Pemkab Bogor Bakal Bangun Posko Pengendalian Oksigen

Ketersedian oksigen di Kabupaten Bogor kini dimonitoring Satgas Covid-19. Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan monitoring ini perlu dilakukan.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Penjual oksigen isi ulang di Jalan Raya Jakarta - Bogor, KM 40, Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Didi Riyanto (30). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Ketersedian oksigen di Kabupaten Bogor kini dimonitoring Satgas Covid-19.

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengatakan monitoring ini perlu dilakukan.

Sebab, oksigen menjadi kebutuhan mendesak bagi banyak orang di tengah lonjakan Covid-19.

Seperti dengan membangun posko pengedalian oksigen serta tim monitoring ketersediaan oksigen.

"Ketersediaan oksigen juga perlu dimonitoring, salah satunya dengan menyediakan posko pengendalian oksigen rumah sakit yang berlokasi di gedung BPBD," kata Iwan Setiawan.

Iwan berharap posko ini segera dibangun sebagai tempat koordinasi dan berbagi informasi.

"Segera bangun Poskonya, sebagai tempat sharing, dan koodinasi untuk mendapatkan informasi. Karena ini darurat, maka perlu ada Posko dan bentuk tim monitoring ketersediaan oksigen Kabupaten Bogor," kata Iwan.

Sebelumnya diberitakan, salah satu rumah sakit di Kabupaten Bogor sempat melakukan penundaan operasi pasien karena kurangnya stok oksigen namun akhirnya operasi bisa dilakukan setelah pasokan oksigen datang.

Bupati Bogor Ade Yasin menuturkan bahwa di tengah lonjakan Covid-19 saat ini, pasokan oksigen di Kabupaten Bogor menjadi cepat habis dalam waktu singkat.

"Memang persediaannya (oksigen) agak cepat habis. Harusnya habis dalam 4 - 5 hari, sekarang habis dalam 2 hari," kata Ade.

Dalam kondisi darurat seperti ini, kata dia, kebutuhan oksigen diprioritaskan untuk pasien Covid-19 yang sangat membutuhkan.

"Seperti ada penundaan operasi di Ciawi karena stok oksigen yang kurang. Tapi operasinya bukan operasi darurat, terencana. Ketika konsultasi, ini bagaimana?, yang terencana ditunda dulu, fokuskan ke Covid-19. Ketika tadi (pasokan oksigen) datang, operasi bisa berjalan lagi," ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved