Breaking News:

Hari ke-10 PPKM Darurat, 60 Persen Hotel di Bogor Merumahkan Pegawainya

Sejauh ini pengurangan mobilitas masyarakat pun cukup terlihat dibeberapa sektor yang dikenakan pembatasan.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kota Bogor Yuno Abeta Lahay 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TIMUR - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sudah masuk hari ke 10 sejak diimplementasikan pada 3 Juli 2021 lalu.

Sejauh ini pengurangan mobilitas masyarakat pun cukup terlihat dibeberapa sektor yang dikenakan pembatasan.

Seperti diketahui aturan PPKM Darurat tersebut dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 semakin melonjak ditengah kenaikan kasus.

Namun aturan itu juga berimbas kepada beberapa sektor perekonomian.

Diantaranya adalah pada sektor akomodasi atau perhotelan

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kota Bogor Yuno Abeta Lahay mengatakan bahwa jika dirata-rata tingkat ocupansi hotel saat ini hanya 8,2 persen.

Dari total sekitar 71an hotel di Kota Bogor yang begabung dalam PHRI, 60 persen hotel merumahkan karyawannya.

"Hampir semua hotel dan restoran sekarang menerapkan kebijakan unpaid leave, jadi dirumahkan tanpa dibayar, sekarang ada sekitar lima hotel anggota saya posisinya lagi tutup, tapi sekarang sih katanya mau coba buka," ujarnya, Senin (12/7/2021).

Yuno menyebut karyawan yang dirumahkan tidak hanya pekerja kontrak atau pekerja harian dibagian pelayanan namun juga hingga tingkat general manajer ada yang sudah bekerja di rumah.

"Iya semua kena, termasuk GM aja sudah ada yang laporan ke saya, masuknya enggak tiap hari, jadi pake manager on duty sistemnya, lebih ke pelayanan aja, efisiensi," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved