Breaking News:

Tim Pemulasaraan Jenazah dan Pemakaman Kota Bogor Siaga Setiap Hari Terima Laporan Warga

Bima Arya menekankan terkait kecepatan pemulasaraan dan ketersediaan peti jenazah serta APD untuk petugas.

Editor: Soewidia Henaldi
Istimewa/Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor, Bima Arya memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Sistem Pemantauan Isolasi Mandiri di Teras Balai Kota, Jalan Ir H. Juanda, Kota Bogor, Senin (12/7/2021). Rapat dihadiri enam Camat se-Kota Bogor, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan KNPI. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor, Bima Arya memimpin Rapat Tim Pemulasaraan Jenazah dan Pemakaman di Teras Balai Kota, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor, Senin (12/7/2021).

Pada rapat yang dihadiri Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan, Kepala BPBD, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman, dan enam camat Se-Kota Bogor ini Bima Arya menekankan terkait kecepatan pemulasaraan dan ketersediaan peti jenazah serta APD untuk petugas.

"Hari ini dapat arahan dari Pemerintah Kota terutama dari pimpinan kami, saya pikir arahan ini akan mempersolid tim yang sudah dibentuk 2 Juli lalu ini," ujar Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan.

Koordinator Pemulasaraan dan Pemakaman jenazah khusus Covid-19 ini mengatakan, hari ini sedikitnya ada 36 petugas yang standby di Gedung Wanita.

Jumlah ini dibagi beberapa regu agar bisa saling bergantian dan tidak sampai kekurangan petugas.

Tercatat, sampai siang ini, tim Pemulasaraan dan Pemakaman sudah mengubur dua jenazah pasien Covid-19.

"Kita terima laporan, sudah selesai dimakamkan. Semoga hari ini tidak setinggi kemarin yang mencapai 11 jenazah dalam sehari," imbuhnya.

Meski demikian, pihaknya tetap berharap ke depan tim bisa semakin siap dan solid menghadapi kondisi-kondisi yang sebenarnya sangat tidak diharapkan (pasien Covid-19 meninggal-red).

Ia pun mengakui koordinasi antar dinas sudah mulai terjalin, tak terkecuali petugas tim pemulasaraan dan pemakaman.

"Petugas pemulasaraan dan pemakaman kami dilengkapi APD. Pihaknya pun membutuhkan APD sebanyak-banyaknya, karena ini alat pelindung yang sangat dibutuhkan. Jadi, harus tersedia dan tercukupi. Alhamdulillah, APD stoknya aman, kami dapat bantuan dari masyarakat, Dinkes dan lainnya," jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi hari ini merupakan kondisi darurat yang tidak bisa dilakukan seperti biasa, tak ayal semua dinas, masyarakat perlu memahami kondisi ini.

"Kami sangat berharap kerja sama semua pihak tidak, saling membantu dan tidak ada lagi hal-hal saling memberatkan," katanya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved